Terbitkan Perwali Covid-19, Begini Cara Ngopi New Normal di Kafe Kediri
Rabu, 17 Juni 2020 - 16:31 WIB
loading...
A
A
A
"Juga yang tidak pakai masker disarankan membeli. Kami menyediakan. Kalau tidak mau (pakai masker), ya tidak boleh masuk," tegas Agus Leo, selaku pemilik kafe. Tidak hanya wajib masker, cuci tangan sabun atau hand sanitizer sebelum masuk. Ruangan kafe untuk pengunjung juga dirombak untuk penerapan physical distancing.
Antara satu tempat duduk dengan tempat duduk lain dibuat berjarak. Ada sejumlah kursi yang diberi tanda silang merah yang artinya tidak boleh ditempati. Kemudian juga memasang sekat kaca dengan posisi melintang, untuk mencegah droplet lawan bicara. "Satu meja yang biasa memuat 10 orang, maksimal diisi 6 orang saja," kata Agus Leo.
Kafe Alenia tidak pernah tutup. Sebelum terbit Perwali tetap buka namun hanya melayani pesan antar. Agus Leo berharap pengunjung mematuhi protokol kesehatan yang berlaku. Ia mengakui protes dari pengunjung selalu ada. Termasuk kurang mematuhi protokol. Semisal diam diam menggeser kursi agar lebih dekat dengan rekannya atau mengungkapkan, untuk menikmati kopi dan makanan saja sulit.
Namun apapun itu, kata Agus Leo protokol kesehatan tetap dijalankan, termasuk tidak berhenti memberikan pemahaman ke pengunjung bagaimana prosedur new normal harus dipatuhi. "Hal itu perlu proses agar pengunjung mengerti bahwa protokol ini bukan ingin mempersulit namun untuk kebaikan bersama," pungkas Agus Leo.
Antara satu tempat duduk dengan tempat duduk lain dibuat berjarak. Ada sejumlah kursi yang diberi tanda silang merah yang artinya tidak boleh ditempati. Kemudian juga memasang sekat kaca dengan posisi melintang, untuk mencegah droplet lawan bicara. "Satu meja yang biasa memuat 10 orang, maksimal diisi 6 orang saja," kata Agus Leo.
Kafe Alenia tidak pernah tutup. Sebelum terbit Perwali tetap buka namun hanya melayani pesan antar. Agus Leo berharap pengunjung mematuhi protokol kesehatan yang berlaku. Ia mengakui protes dari pengunjung selalu ada. Termasuk kurang mematuhi protokol. Semisal diam diam menggeser kursi agar lebih dekat dengan rekannya atau mengungkapkan, untuk menikmati kopi dan makanan saja sulit.
Namun apapun itu, kata Agus Leo protokol kesehatan tetap dijalankan, termasuk tidak berhenti memberikan pemahaman ke pengunjung bagaimana prosedur new normal harus dipatuhi. "Hal itu perlu proses agar pengunjung mengerti bahwa protokol ini bukan ingin mempersulit namun untuk kebaikan bersama," pungkas Agus Leo.
(msd)
Lihat Juga :