Kapal Pembawa PMI Ilegal Karam di Asahan, Polisi Tetapkan 5 Tersangka

Jum'at, 25 Maret 2022 - 06:28 WIB
loading...
Kapal Pembawa PMI Ilegal Karam di Asahan, Polisi Tetapkan 5 Tersangka
Kapal kayu pengangkut 89 calon Pekerja Imigran Indonesia (PMI) ilegal karam, dua orang tewas. Kini Polda Sumut telah menetapkan 5 tersangka. Foto: Dok/SINDOnews
A A A
MEDAN - Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara akhirnya menetapkan lima tersangka kasus kapal karam pembawa Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal di Kabupaten Asahan , Kamis sore (24/3/2022).

Kini, polisi masih memburu tiga tersangka lainnya yang berperan sebagai pemilik rumah penampungan, koordinator PMI ilegal dan pemilik kapal.

Baca juga: Kapal Pengangkut 89 TKI Ilegal Karam, Tangis Sarniwati Pecah Lihat Suami Tewas

Kelima tersangka yakni nahkoda kapal berinisial H alias S, Anak Buah Kapal (ABK), RE, mekanik DS, juru masak R dan RR pemilik tempat penampungan.



“Kelimanya resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Penyidik Ditreskrimum Kepolisian Daerah Sumatera Utara, Kamis sore (24/3/2022), setelah sebelumnya menjalani pemeriksaan awal,” kata Kapolda Sumut, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak.

Sebelumnya, kelima tersangka ini membawa 89 PMI secara ilegal menggunakan kapal kecil dari Pelabuhan Tikus Tanjung Balai Asahan menuju Malaysia.

Baca juga: Kapal Kayu Angkut 89 Pekerja Migran Indonesia Ilegal Tenggelam di Laut, 26 Orang Masih Hilang

Namun, kapal yang ditumpangi puluhan PMI ilegal ini karam di perairan Asahan. Diduga akibat kelebihan muatan, 2 dari 89 PMI dinyatakan meninggal dunia sementara 86 lainnya berhasil diselamatkan.

Kapolda Sumatera Utara mengatakan, kelima orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka ini melanggar Pasal 81 subsider Pasal 43 Undang Undang RI nomor 18 tahun 2017 tentang perlindungan pekerja migran indonesia yang ancaman hukumannya 10 tahun penjara.

Baca juga: Polres Asahan Tangkap Kapal Pengangkut 52 PMI Ilegal di Selat Malaka

“Para PMI ini direkrut oleh para perekrut di wilayahnya masing masing, dijanjikan akan bisa diberangkatkan ke Malaysia dengan membayar biaya pengangkutan sebesar Rp5 juta-Rp6 juta,” ungkapnya.

Kini, pihak kepolisian masih memburu tiga tersangka lainnya yang identitasnya telah diketahui, ketiganya berperan sebagai pemilik rumah penampungan, koordinator pekerjaan migran indonesia ilegal dan pemilik kapal.

Selain itu, polisi juga akan berkoordinasi dengan polda-polda lainnya yang menjai tempat dimana mereka untuk memburu para perekrut pekerja migran indonesia tersebut.
(nic)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2003 seconds (11.210#12.26)