Serangan Koloni Besar Belalang Kembara Resahkan Warga Sumba Timur

Rabu, 17 Juni 2020 - 10:22 WIB
loading...
A A A
(Baca juga: Waspada! 3 Gejala Ini Bisa Pengaruhi Darah Tinggi hingga Stroke )

Upaya pengendalian serangan belalang tersebut, menghadapi tantangan yang sangat besar, karena luasnya padang pengembalaan dan hamparan sabana yang menjadi tempat ideal bagi belalang untuk berkembang biak, dan sewaktu-waktu bisa datang menyerang lahan pertanian.

"Walau belalang banyak di padang sabana, tapi tetap buat kita kawatir. Kalau rumput di padang habis dimakan, kami punya kuda dan ternak lain mau makan apa lagi? Juga kalau sampai rumput terlalu banyak kena semprot obat untuk bunuh belalang, bagaimana dengan hewan kita, jangan sampai membuat kuda dan sapi kami sakit," ungkap Mehang Paratu, salah satu warga Pandawai, kepada wartawan.

(Baca juga: Farah Puteri Sesalkan Medsos Jadi Debat Emosi, Bukan Substansi )

Dalam mengendalikan populasi belalang, instansi terkait memang mengandalkan penggunaan pestisida kimia. Hal itu oleh instansi terkait didasari pada kondisi serangan belalang yang sudah sangat masif. Hingga pengendalian dengan menggunakan pestisida menjadi langkah yang paling cepat untuk menghadapi tingginya populasi belalang kembara.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kala Nelayan Perempuan...
Kala Nelayan Perempuan di Sumba Go Digital, Buktikan Perempuan Bisa Berdaya 
KemenHAM Gelar Kegiatan...
KemenHAM Gelar Kegiatan Penguatan Kapasitas HAM bagi Pelajar SMA di Sumba Timur
Eratkan Sinergi dan...
Eratkan Sinergi dan Kolaborasi, Partai Perindo - Pemda Sumba Timur Pacu Kemajuan Daerah, Sejahterakan Masyarakat
Tabrakan Maut di Sumba...
Tabrakan Maut di Sumba Timur NTT, 4 Orang Tewas
Gempa Magnitudo 2,7...
Gempa Magnitudo 2,7 Guncang Lewa Sumba Timur NTT
Cuaca Ekstrem di Sumba...
Cuaca Ekstrem di Sumba Timur, Gedung Sekolah dan Mess Guru Rusak Berat
Relawan Perempuan Astra...
Relawan Perempuan Astra Perkuat Kualitas Pendidikan di Sumba Timur
Artotel Group Buka Hotel...
Artotel Group Buka Hotel di Waingapu, Jadi Gerbang Baru Jelajahi Sumba Timur
Syngenta Edukasi Petani...
Syngenta Edukasi Petani Hadapi Tantangan Resistensi Hama
Rekomendasi
TikTok soal Kabar PHK...
TikTok soal Kabar PHK 90% Karyawan Tokopedia: Ini Bukan Keputusan Mudah
Kisah Uwais Al-Qarni,...
Kisah Uwais Al-Qarni, Teladan Berbakti kepada Orang Tua yang Dijamin Doanya Mustajab
Swiss Lolos ke 16 Besar...
Swiss Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2026 Usai Singkirkan Aljazair
Berita Terkini
Muncul Siklon Tropis...
Muncul Siklon Tropis Maysak, BMKG: Waspada Gelombang Tinggi di Sejumlah Perairan
Perkuat Struktur di...
Perkuat Struktur di NTT, Partai Perindo Tunjuk Eks Kepala BKPPD Ade Manafe Pimpin Kota Kupang
Rakernas XVIII APEKSI...
Rakernas XVIII APEKSI Hasilkan 10 Rekomendasi untuk Perkuat Pembangunan Perkotaan
BNN-Bea Cukai Sita 3,37...
BNN-Bea Cukai Sita 3,37 Ton Narkotika, Sahroni: Kejar Bandar Utamanya
Pemprov DKI Telusuri...
Pemprov DKI Telusuri Lahan Warga Pinggir Rel Pejompongan yang Terancam Digusur, Pramono: Saya Ingin Memanusiakan Orang
Ada Kebakaran Dekat...
Ada Kebakaran Dekat Rel, KRL Lintas Tangerang Mengalami Keterlambatan
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved