Gubernur Sulsel Bakal Tempati Rujab saat Ramadan, Dana Renovasi Rp3,6 Miliar
Rabu, 23 Maret 2022 - 19:04 WIB
loading...
Rumah Jabatan Gubernur Sulsel. Foto: Maman Sukirman/SINDOnews
A
A
A
MAKASSAR - Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman , dijadwalkan telah menempati rumah jabatan (rujab) pada bulan suci Ramadan tahun ini. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel bahkan telah menganggarkan biaya renovasi Rp3,6 miliar.
Kepala Biro Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulsel, Andi Eka Prasetya, mengungkapkan Gubernur Sudirman belum bisa menempati rujab yang berlokasi di Jalan Sungai Tangka. Pasalnya, pemeliharaan rutin dari tahun sebelumnya masih sementara dikerjakan.
Baca Juga: Karangan Bunga di Rujab Gubernur Sulsel, "Kami Patah Hati Ditinggal saat Sayang-sayangnya"
"Sementara kami proses penyelesaian, kami target secepatnya selesai, Insya Allah di Ramadan , Pak Gubernur sudah bisa masuk. Kalau masuk sekarang, khawatir terganggu kesehatannya karena debu dan lain-lain," ungkap dia.
Eka membeberkan beberapa bagian interior rumah menjadi sasaran perbaikan. Tahun lalu, pihaknya meninjau kondisi rumah tersebut dan menurutnya, rumah itu sangat membutuhkan perbaikan.
"Ada perbaikan dinding bocor yang basah, lembab, dan beberapa ruangan seperti kamar presiden dan kamar menteri. Untuk itu, kami telah mengalokasikan untuk perbaikan dengan tidak mengubah struktur," jelasnya.
Eka mengatakan pemeliharaan rumah jabatan penting dilakukan mengingat lokasi tersebut kerap digunakan untuk menerima tamu-tamu penting.
Kepala Biro Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulsel, Andi Eka Prasetya, mengungkapkan Gubernur Sudirman belum bisa menempati rujab yang berlokasi di Jalan Sungai Tangka. Pasalnya, pemeliharaan rutin dari tahun sebelumnya masih sementara dikerjakan.
Baca Juga: Karangan Bunga di Rujab Gubernur Sulsel, "Kami Patah Hati Ditinggal saat Sayang-sayangnya"
"Sementara kami proses penyelesaian, kami target secepatnya selesai, Insya Allah di Ramadan , Pak Gubernur sudah bisa masuk. Kalau masuk sekarang, khawatir terganggu kesehatannya karena debu dan lain-lain," ungkap dia.
Eka membeberkan beberapa bagian interior rumah menjadi sasaran perbaikan. Tahun lalu, pihaknya meninjau kondisi rumah tersebut dan menurutnya, rumah itu sangat membutuhkan perbaikan.
"Ada perbaikan dinding bocor yang basah, lembab, dan beberapa ruangan seperti kamar presiden dan kamar menteri. Untuk itu, kami telah mengalokasikan untuk perbaikan dengan tidak mengubah struktur," jelasnya.
Eka mengatakan pemeliharaan rumah jabatan penting dilakukan mengingat lokasi tersebut kerap digunakan untuk menerima tamu-tamu penting.
Lihat Juga :