Aktivitas Tambang di Blok Mandiodo Dikeluhkan Warga, Rusak Jalan dan Cemari Laut
Selasa, 22 Maret 2022 - 14:59 WIB
loading...
A
A
A
Tidak hanya di sekitar kawasan penambangan, air kotor bercampur logam dan berbau ikut mengalir ke sungai turut merusak lingkungan yang berada di hilir sungai.
Bak penampungan air bersih warga Desa Lamondowo lebih dari dua minggu berbau dan berwarna kekuningan, kecoklatan hingga memerah. Selain tak layak konsumsi, air tersebut juga tak bisa digunakan untuk keperluan lain seperti mencuci pakaian dan alat masak.
Diki, warga Desa Lamondowo mengatakan, akibat penambangan yerjadi kerusakan jalan kabupaten. Yang menyebalkan, perbaikan jalan hanya ditimbun menggunakan material seadanya.
Baca: Dunia Industri Kembali Beroperasi, Waspadai Pencemaran Lingkungan
“Tidak dapat dipungkiri dampak dari eksploitasi pertambangan nikel menimbulkan kerusakan yang serius terhadap ekosistem yang sangat merugikan masyarakat, seperti kerusakan hutan, tingginya tingkat pencemaran terhadap aliran air bersih yang berada di sekitar,” jelasnya, Selasa (22/3/2022).
Sejumlah nelayan di Desa Mandiodo juga mengeluhkan adanya limbah dari aktivitas pertambangan yang mencemari laut. Akibatnya, hasil tangkapan ikan di wilayah itu menurun drastis dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan, para nelayan kadang merugi, karena biaya melaut tidak sesuai dengan hasil tangkapan.
Bak penampungan air bersih warga Desa Lamondowo lebih dari dua minggu berbau dan berwarna kekuningan, kecoklatan hingga memerah. Selain tak layak konsumsi, air tersebut juga tak bisa digunakan untuk keperluan lain seperti mencuci pakaian dan alat masak.
Diki, warga Desa Lamondowo mengatakan, akibat penambangan yerjadi kerusakan jalan kabupaten. Yang menyebalkan, perbaikan jalan hanya ditimbun menggunakan material seadanya.
Baca: Dunia Industri Kembali Beroperasi, Waspadai Pencemaran Lingkungan
“Tidak dapat dipungkiri dampak dari eksploitasi pertambangan nikel menimbulkan kerusakan yang serius terhadap ekosistem yang sangat merugikan masyarakat, seperti kerusakan hutan, tingginya tingkat pencemaran terhadap aliran air bersih yang berada di sekitar,” jelasnya, Selasa (22/3/2022).
Sejumlah nelayan di Desa Mandiodo juga mengeluhkan adanya limbah dari aktivitas pertambangan yang mencemari laut. Akibatnya, hasil tangkapan ikan di wilayah itu menurun drastis dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan, para nelayan kadang merugi, karena biaya melaut tidak sesuai dengan hasil tangkapan.
Lihat Juga :