Puluhan Wayang dan Gong Batu dari Era Mataram Kuno Ditemukan di Jenar Sragen
Kamis, 17 Maret 2022 - 10:13 WIB
loading...
A
A
A
Dia menyampaikan keberadaan situs tersebut kurang ada perhatian dari warga. Bahkan sebelumnya banyak yang mengambil batu untuk kebutuhan bahan bangunan dan sebagainya. Warga awalnya hanya menganggap batu biasa, namun ternyata berbentuk gamelan dan wayang. "Setelah ini, karena diduga mengandung nilai sejarah, jadi kami ajukan ke pemerintah untuk penanganan selanjutnya," terangnya.
Samto menyebutkan, untuk lokasi batu tersebar tidak merata. Ada yang di lahan warga, ada pula yang berada di tanah kas desa. Namun kebanyakan di lahan yang tidak produktif. "Rata-rata itu terkumpul di sekitar 25 meter persegi, ada juga yang sampai 50 meter persegi," ungkapnya.
Baca juga: Kisah Nelson Sarira Selamat dari Pembantaian KKB karena Tulis Pesan di CCT
Sementara Tim Expedisi Sukowati di Sragen, sekaligus Bendahara Yayasan Palapa Mendira Harja Cabang Sragen, Lilik Mardiyanto mengaku sudah menduga lokasi tersebut tidak hanya tumpukan batu biasa. Setelah dipelajari ternyata punya keistimewaan. "Batu yang ditemukan berbentuk gamelan dan wayang. Ada yang bentuk gong, saron, dan gambang. Saat dipukul, ada nadanya," terangnya.
Dia menyampaikan ada 26 titik kumpul batu. Pihaknya membagi menjadi dua kelompok. Yakni untuk kelompok lokasi primer dengan luas 10 x 15 meter ada 16 titik. Di lokasi tersebut Ada batu yang berbentuk wayang Srikandi. Lantas untuk lokasi di luar primer, ada 10 titik. "Kami masih melakukan penomoran," tegas Lilik.
Sejauh ini model wayang yang ditemukan ada tiga. Yakni wayang Bethoro Guru di lokasi primer, berbentuk kuda di radius 200 meter, gunungan wayang di radius 210 meter, dan gambang di radius 220 meter. "Jadi wayangnya dari batu dengan tebal kurang lebih 10 centimeter, lantas ditatah berberbentuk wayang," jelasnya.
Samto menyebutkan, untuk lokasi batu tersebar tidak merata. Ada yang di lahan warga, ada pula yang berada di tanah kas desa. Namun kebanyakan di lahan yang tidak produktif. "Rata-rata itu terkumpul di sekitar 25 meter persegi, ada juga yang sampai 50 meter persegi," ungkapnya.
Baca juga: Kisah Nelson Sarira Selamat dari Pembantaian KKB karena Tulis Pesan di CCT
Sementara Tim Expedisi Sukowati di Sragen, sekaligus Bendahara Yayasan Palapa Mendira Harja Cabang Sragen, Lilik Mardiyanto mengaku sudah menduga lokasi tersebut tidak hanya tumpukan batu biasa. Setelah dipelajari ternyata punya keistimewaan. "Batu yang ditemukan berbentuk gamelan dan wayang. Ada yang bentuk gong, saron, dan gambang. Saat dipukul, ada nadanya," terangnya.
Dia menyampaikan ada 26 titik kumpul batu. Pihaknya membagi menjadi dua kelompok. Yakni untuk kelompok lokasi primer dengan luas 10 x 15 meter ada 16 titik. Di lokasi tersebut Ada batu yang berbentuk wayang Srikandi. Lantas untuk lokasi di luar primer, ada 10 titik. "Kami masih melakukan penomoran," tegas Lilik.
Sejauh ini model wayang yang ditemukan ada tiga. Yakni wayang Bethoro Guru di lokasi primer, berbentuk kuda di radius 200 meter, gunungan wayang di radius 210 meter, dan gambang di radius 220 meter. "Jadi wayangnya dari batu dengan tebal kurang lebih 10 centimeter, lantas ditatah berberbentuk wayang," jelasnya.

Lihat Juga :