Turunkan Angka Stunting, BKKBN Sulsel Perkuat Program Bangga Kencana

Rabu, 16 Maret 2022 - 20:45 WIB
loading...
Turunkan Angka Stunting,...
Kepala Perwakilan BKKBN Sulawesi Selatan, Andi Ritamariani saat membawakan sambutan pada Rakerda, Rabu, (16/03/2022). Foto: Istimewa
A A A
MAKASSAR - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Selatan, berkomitmen besar untuk menurunkan angka stunting. Pasalnya, angka stunting di Sulsel saat ini masih cukup tinggi.

Secara nasional, angka prevelensi stunting di Indonesia juga masih cukup besar yaitu sebesar 24,4 persen. Sementara untuk Sulsel berada pada posisi 27 persen.

Baca Juga: Hasto Wardoyo Dorong BKKBN Sulsel Maksimalkan Penggunaan Anggaran

Sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting, pemerintah menargetkan penurunan prevalensi stunting hingga di angka 14 persen pada tahun 2024 dan target pembangunan berkelanjutan di tahun 2030 berdasarkan capaian di tahun 2024.

Kepala Perwakilan BKKBN Sulawesi Selatan , Andi Ritamariani mengatakan, Perpres ini juga untuk memperkuat kerangka intervensi yang harus dilakukan kelembagaan dalam pelaksanaan percepatan penurunan stunting.

"Hal ini membawa arti bahwa tahun 2022 BKKBN harus lebih bekerja keras untuk mencapai sasaran RPJMN dan target sasaran percepatan penurunan stunting tahun 202-2024," katanya.

Sejalan dengan hal tersebut, BKKBN Sulsel melakukan rapat kerja daerah (rakerda) dengan tema penguatan program bangga kencana dan percepatan penurunan stunting melalui optimalisasi dan konvergensi lintas sektor.

"Tema tersebut dimaksudkan untuk lebih fokus membahas permasalahan dalam rangka penurunan stunting melalui program bangga kencana dan program lainnya," ucap dia.

Pada tahun 2021 BKKBN telah menyelesaikan pendataan keluarga yang dilaksanakan secara serentak di Indonesia sejak 1 April sampai 31 mei 2021.

Dari total 2.158.956 jumlah KK, BKKBN Sulsel berhasil mendata sebanyak 2.146.280 KK, yang mencakup data tentang individu keluarga, baik terkait umur, perkawinan, jumlah anak, kesertaan KB, kondisi rumah, serta data keluarga berpotensi stunting, khususnya pada dua hal yaitu yang memiliki jamban dan sanitasi.

Dari 9 indikator kinerja BKKBN Sulsel sesuai hasil pendataan keluarga, 8 indikator berada posisi sangat baik, dan baik. Hanya 1 indikator, yaitu unmet need atau kebutuhan KB yang belum terpenuhi yang capaiannya hanya 40 persen.

Sementara, salah satu strategi BKKBN dalam rangka mempercepat penurunan stunting adalah angka unmet need harus diturunkan.

Baca Juga: BKKBN Sulsel Terus Dorong Peningkatan KB dan Penurunan Stunting

Hal tersebut bertujuan untuk menjaga jarak pasca salin. Mereka yang baru melahirkan harus menggunakan KB agar pemberian asi ekslusif kepada bayi bisa maksimal selama dua tahun. Termasuk juga pengasuhan tumbuh kembang amak di akan maksimal jika jarak persalinan dijaga.

"Oleh karena itu, percepatan penurunan stunting akan kami mulai dari hulu. Sasaran yang akan kami intervensi pertama adalah catin (calon pengantin) yang akan diintervensi selama tiga bulan sebelum menikah. Kemudian kedua adalah ibu hamil, ibu menyusui dan balita. Kami akan fokus intervensi balita," tegasnya.

Dia menambahkan, dari total 24 kabupaten/kota di Sulsel, Kota Makassar menjadi daerah dengan angka stunting paling rendah, yakni 4 persen. Sementara yang tertinggi adalah Kabupaten Jeneponto, hampir 38 persen.

"Paling tinggi itu Jeneponto 37,9 persen. Itu tinggi sekali. Jai bagi kabupaten kota yang angka stuntingnya masih sangat tinggi, harus kerja keras," jelas dia.

Baca Juga: BKKBN Sulsel Masifkan Bulan Pelayanan KB Jelang Hari Kontrasepsi Sedunia

Meski begitu, sambung dia, BKKBN Sulsel akan terus mengintervensi seluruh kabupaten kota, tak terbatas pada daerah dengan angka stunting yang tinggi.

"Intervensinya bukan lagi per kabupaten/kota, tapi seluruh wilayah. Hanya saja tentu ada yang jadi skala prioritas. Karena bisa jadi yang saat ini angka stuntingnya rendah, nanti bisa melonjak," pungkasnya.
(agn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Peringati Hari Gizi...
Peringati Hari Gizi Nasional, BRI Peduli Perkuat Upaya Pencegahan Stunting di Berbagai Wilayah
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Hidup Anak Desa Parungmulya lewat Program Makanan Tambahan
Edukasi Kesehatan Baduta,...
Edukasi Kesehatan Baduta, FK Unair Dukung Surabaya Zero Stunting
DPP Arun: SPPG Miliki...
DPP Arun: SPPG Miliki Peran Penting Sediakan Makanan Sehat dan Bergizi
GETAS 2025, Jababeka...
GETAS 2025, Jababeka Targetkan Angka Stunting Kabupaten Bekasi di Bawah 14%
Tekan Pernikahan Dini...
Tekan Pernikahan Dini dan Stunting, BKKBN dan DPR Sosialisasi Program Bangga Kencana
CSR Berkelanjutan Lippo...
CSR Berkelanjutan Lippo Cikarang Cosmopolis, Tanggap Bencana-Penurunan Stunting
1 dari 5 Anak Indonesia...
1 dari 5 Anak Indonesia Stunting, Dampaknya Bisa Ganggu Kecerdasan dan Prestasi
Alfamart Perkuat Intervensi...
Alfamart Perkuat Intervensi Gizi Anak pada 2026 dengan 510.000 Butir Telur
Rekomendasi
Preview Piala Dunia...
Preview Piala Dunia 2026 Kanada vs Bosnia dan Herzegovina: Batu Sandungan Tuan Rumah
Siap Pelihatkan Pabriknya...
Siap Pelihatkan Pabriknya di China, QJMotor Hadir di PRJ 2026
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Berita Terkini
Unjuk Rasa Mahasiswa...
Unjuk Rasa Mahasiswa Bubar, Polisi Mulai Buka Jalan Jenderal Sudirman Arah Bundaran HI
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
Situ Rompong Tangsel...
Situ Rompong Tangsel Menyusut Tinggal 1,7 Hektare, Warga Duga Ada Maladminsitrasi
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
Ada Demo Mahasiswa,...
Ada Demo Mahasiswa, Rute Transjakarta Dialihkan
Demo Rawamangun Menggugat...
Demo Rawamangun Menggugat Kelar, Aliansi UNJ Melawan Bubarkan Diri
Infografis
Manfaat Jus Mentimun...
Manfaat Jus Mentimun untuk Turunkan Asam Urat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved