Dinkes Bone Galakkan Prorgam Bias untuk Ciptakan Herd Immunity Anak

Minggu, 13 Maret 2022 - 23:18 WIB
loading...
Dinkes Bone Galakkan...
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bone kembali menggalakkan program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). Foto: Istimewa
A A A
BONE - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bone kembali menggalakkan program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS), untuk menciptakan herd immunity atau kekebalan kelompok pada anak.

Rencana pelaksanaan bulan imunisasi nasional tahun 2022 akan dilakukan pada bulan Maret dengan pemberian tambahan Campak Rubela dengan sasaran usia 9 bulan hingga 15 tahun.

Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bone drg Yusuf menuturkan program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) sempat tertunda. Pasalnya, anak usia sekolah kebanyakan belajar melalui online atau daring sejak pandemi Covid-19.

Baca Juga: Imunisasi Bayi di Tengah Pandemi, Bisakah Ditunda?

"Sehingga pada awal Maret ini kembali digalakkan upaya pemerataan jangkauan imunisasi di 27 kecamatan di Kabupaten Bone," kata drg Yusuf yang ditemui di Kantor Dinas Kesehatan Bone, Jalan Ahmad Yani.

Kata dia, Dinas Kesehatan Kabupaten Bone tidak hanya fokus pada percepatan vaksinasi Covid 19, sehingga tidak menjalankan imunisasi pada anak usia sekolah.

"Kita jangan lupa bahwa pada anak terdampak sejumlah penyakit yang mengintai jika tidak dilakukan imunisasi secara lengkap, seperti penyakit campak, tetanus, polio dan sebagainya," katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan, dr Kasmawar Abbas menuturkan pentingnya imunisasi lengkap pada anak untuk menghindari sejumlah penyakit pada diri anak.

Adapun sejumlah penyakit yang dapat dicegah dengan Imunisasi (PD31), adalah polio, hepatitis B, pertusis, difteri, haemophilus influenzae tipe B, campak dan tetanus.

"Maka dari itu perlu dilakukan kampanye imunisasi massal dalam upaya mempertahankan pentingnya imunisasi rutin pada anak untuk menghindari penyakit tersebut, hal ini bisa berpotensi terjadinya kembali penyakit tersebut apalagi masih situasi pandemi," katanya.

Baca Juga: Imunisasi, Hak Dasar dan Kewajiban Lindungi Populasi

Dia menambahkan hal yang menjadi perhatian juga Dinas Kesehatan ketika terjadi Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi(KIPI) pada anak, sesegara mungkin untuk melaporkan ke tim vaksinator atau tenaga kesehatan setempat.

"Apa yang harus dilakukan ketika KIPI, tim akan melakukan pemantauan, laporan, investigai sedetail-detailnya hal ini harus segera mungkin direspon setiap kejadiannya agar mendapatkan penanganan yang tepat," tambahnya.

(agn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dorong Peran Relawan...
Dorong Peran Relawan Kesehatan, Pemkab Bone Alokasikan Rp174 Miliar untuk UHC
Peduli Pencegahan Stunting,...
Peduli Pencegahan Stunting, Alfamart Ajak 150 Balita di Surabaya Imunisasi
Ganjar Genjot Imunisasi...
Ganjar Genjot Imunisasi Polio di Jateng, Syafril Nasution: Langkah Tepat Hadapi Bonus Demografi
Buatkan Sambal Terung...
Buatkan Sambal Terung Mangut untuk Ganjar, Puan: Supaya Tambah Semangat
Kompak, Ganjar dan Puan...
Kompak, Ganjar dan Puan Dukung Menkes Genjot Imunisasi IPV2
Wabah Difteri Serang...
Wabah Difteri Serang Warga Garut, Jabar Gencarkan Imunisasi
Kemenkes Tegaskan Vaksin...
Kemenkes Tegaskan Vaksin MR Aman, Stok Jutaan Dosis Disiapkan Hadapi Lonjakan Campak
Dear Orang Tua, Ini...
Dear Orang Tua, Ini 4 Cara Mencegah Penularan Campak pada Anak
Viral! Ibu Ini Gak Pernah...
Viral! Ibu Ini Gak Pernah Beri Imunisasi Anak, Netizen Marah: Orang Tua Zalim
Rekomendasi
Trump Telah Teken Nota...
Trump Telah Teken Nota Kesepahaman AS-Iran, Ini Rincian 14 Poinnya
Indonesia Raih Komitmen...
Indonesia Raih Komitmen Pendanaan AIIB USD17 Miliar, Bukti Kepercayaan pada Fiskal RI
Portugal Mentok, Ronaldo...
Portugal Mentok, Ronaldo Dicap Egois!
Berita Terkini
Akses Masuk Kawasan...
Akses Masuk Kawasan GBK Dibatasi Jelang Eksekusi Hotel Sultan
Jelang Eksekusi Hotel...
Jelang Eksekusi Hotel Sultan, Spanduk Penolakan hingga Kawat Berduri Terpasang di Sekitar Lokasi
3.161 Personel Gabungan...
3.161 Personel Gabungan Disiagakan Jelang Eksekusi Hotel Sultan Hari Ini
Muktamar ke-35 NU, Syaifuloh...
Muktamar ke-35 NU, Syaifuloh Yusuf Sebut Gus Salam Layak Jadi Ketum PBNU
BMKG: Indonesia Bagian...
BMKG: Indonesia Bagian Selatan Makin Kering, Musim Kemarau Meluas
BMKG Catat 612 Gempa...
BMKG Catat 612 Gempa Susulan Guncang Sulteng usai Gempa Besar M6,7
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Larang Ondel-ondel Digunakan untuk Ngamen di Jalanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved