Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi di Tengah Pandemi, Gubernur Kalteng Lakukan Terobosan Ini
Minggu, 13 Maret 2022 - 15:42 WIB
loading...
A
A
A
“Kita harus bangun kawasan shrimp estate terintegrasi yang saling terkait dengan industri perikanan, sehingga segala kebutuhan terhadap pengelolaan selesai di satu kawasan. Setelah itu dikembangkan menjadi kawasan wisata eduksi, secara tidak langsung kita membangun pusat pembelajaran pengelolaan shrimp estate di Kalimantan Tengah, saya meyakini ini akan menjadi model nasional,” beber Sugianto.
Kalimantan Tengah pada 2022 melalui APBD akan menggelontorkan dana untuk membangun shrimp estate tahap pertama sebesar sekitar Rp85 miliar, di samping itu juga akan membangun jaringan listrik Saluran Utama Tegangan Menengah (SUTM) sepanjang 4 km, serta jaringan listrik dalam kawasan tambak berkolaborasi dengan PLN. Untuk menunjang tambak udang vaname/shrimp estate Pemprov. Kalteng juga akan melakukan peningkatan jalan Sukamara - Lunci – Jelai sekitar Rp80 miliar.
“Insya Allah pembangunan akan dimulai pada April tahun 2022, saat ini tim teknis sedang melakukan persiapan-persiapan di lapangan. Karena program shrimp estate ini nanti dikembangkan menjadi kawasan yang terintegrasi dengan wisata dan industrimulai dari hulu sampai ke hilirnya, maka segala aspek pendukung primer dan sekunder harus diperhatikan secara cermat. Saya yakin program shrimp estate ini bukan hanya menjadi daya ungkit perekonomian, tapi akan menjadi salah satu sumber kekuatan ekonomi baru bagi wilayah pesisir Kalteng yang dimulai dari Kabupaten Sukamara, dan menjadi triger daerah lain,” tegas Sugianto Sabran.
Dalam mengawal pembangunan, pendampingan teknis dan pengelolaan usaha klaster tambak udang vaname/shrimp estate maka Pemprov Kalteng akan menggandeng para pihak expert, dan propesional, yaitu antara lain melibatkan Tim Ahli Universitas Gajah Mada (UGM), PT. Central Proteina Prima. Tbk Sidoarjo,termasuk Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara, juga konsultan yang berpengalaman.
“Pengelolaan tambak-tambak yang ada di kawasan shrimp estate Pemprov Kalteng saya pastikan akan melibatkan masyarakat lokal melalui BumDes-BumDes, Kelompok Pembudidaya Ikan, Koperasi-Koperasi dan Kelompok usaha milenial, sehingga masyarakat akan mendapat nilai tambah ekonomis dari program ini, karena sokoguru perekonomian ituterletak pada pemberdayaan masyarakat,” tandas Sugianto Sabran.
Kalimantan Tengah pada 2022 melalui APBD akan menggelontorkan dana untuk membangun shrimp estate tahap pertama sebesar sekitar Rp85 miliar, di samping itu juga akan membangun jaringan listrik Saluran Utama Tegangan Menengah (SUTM) sepanjang 4 km, serta jaringan listrik dalam kawasan tambak berkolaborasi dengan PLN. Untuk menunjang tambak udang vaname/shrimp estate Pemprov. Kalteng juga akan melakukan peningkatan jalan Sukamara - Lunci – Jelai sekitar Rp80 miliar.
“Insya Allah pembangunan akan dimulai pada April tahun 2022, saat ini tim teknis sedang melakukan persiapan-persiapan di lapangan. Karena program shrimp estate ini nanti dikembangkan menjadi kawasan yang terintegrasi dengan wisata dan industrimulai dari hulu sampai ke hilirnya, maka segala aspek pendukung primer dan sekunder harus diperhatikan secara cermat. Saya yakin program shrimp estate ini bukan hanya menjadi daya ungkit perekonomian, tapi akan menjadi salah satu sumber kekuatan ekonomi baru bagi wilayah pesisir Kalteng yang dimulai dari Kabupaten Sukamara, dan menjadi triger daerah lain,” tegas Sugianto Sabran.
Dalam mengawal pembangunan, pendampingan teknis dan pengelolaan usaha klaster tambak udang vaname/shrimp estate maka Pemprov Kalteng akan menggandeng para pihak expert, dan propesional, yaitu antara lain melibatkan Tim Ahli Universitas Gajah Mada (UGM), PT. Central Proteina Prima. Tbk Sidoarjo,termasuk Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara, juga konsultan yang berpengalaman.
“Pengelolaan tambak-tambak yang ada di kawasan shrimp estate Pemprov Kalteng saya pastikan akan melibatkan masyarakat lokal melalui BumDes-BumDes, Kelompok Pembudidaya Ikan, Koperasi-Koperasi dan Kelompok usaha milenial, sehingga masyarakat akan mendapat nilai tambah ekonomis dari program ini, karena sokoguru perekonomian ituterletak pada pemberdayaan masyarakat,” tandas Sugianto Sabran.
Lihat Juga :