Puluhan Petugas Kebersihan di Indramayu Tuntut Tunggakan Upah Segera Dibayarkan

Jum'at, 11 Maret 2022 - 21:08 WIB
loading...
Puluhan Petugas Kebersihan di Indramayu Tuntut Tunggakan Upah Segera Dibayarkan
Puluhan petugas kebersihan Kabupaten Indramayu saat berunjuk rasa menuntut pembayaran tunggakan upah segera dibayarkan. Foto: iNewsTV/Toiskandar
A A A
INDRAMAYU - Puluhan petugas kebersihan di Indramayu , Jawa Barat nyaris bentrok di petugas saat menggelar aksi unjuk rasa menuntut pembayaran tunggakan upah segera dibayarkan, Jumat (11/3/2022).

Mereka memprotes upah yang belum dibayarkan selama satu bulan, bahkan aksi demo pekerja kebersihan tersebut sempat diwarnai adu mulut dengan petugas.

Dengan membawa minikar armada kebersihan dan sapu, petugas kebersihan Kabupaten Indramayu mendatangi Kantor Dinas Lingkungan Hidup dan PT BSM.

Baca juga: Pemuda Biadab Bacok Kiai Tengah Khusuk Zikir di Musalah, Begini Kronologinya

Para petugas kebersihan ini kesal karena haknya tak kunjung dibayar pada bulan Februari. Untuk menumpahkan kekesalan puluhan petugas setelah mendatangi dinas lingkungan hidup kemudian mendatangi PT BSM yang ditunjuk pemerintah dan di PT Bintang Service Managamant.





Petugas kebersihan sempat bersitegang dengan karyawan perusahaan, tidak mendapatkan hasil, puluhan petugas kebersihan pun beralih mengeruduk Kantor Pendopo Indramayu untuk menumpahkan kekesalanya menagih hak mereka yang tak kunjung dibayar.

“Aksi demo ini bertujuan untuk meminta upah selama satu bulan yang kini belum dibayar,” kata Darkim, salah seorang petugas kebersihan.

Baca juga: Kisruh Rektor dan Dosen Soal SBM ITB, Ini Tuntutan Orang Tua Mahasiswa

Senada diungkapkan petugas kebersihan lain, Iin. Dia menyebutkan belum ada pembayaran upah. “Biasa tanggal 10, tapi ini belum dibayar,” tuturnya di lokasi aksi.

Setelah mendatangi kantor pendopo massa membubarkan diri, kendati demikian massa mengancam jika gaji mereka tak kunjung dibayar akan melakukan aksi serupa dengan massa yang lebih banyak.
(nic)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2136 seconds (11.252#12.26)