Mangrove Terluas di Kepulauan Riau Jadi Wisata Andalan Natuna
Jum'at, 11 Maret 2022 - 16:07 WIB
loading...
A
A
A
"Setiap ada kunjungan ke Natuna, kita minta pemandu wisata yang ada di resort atau penginapan mengarahkan pengunjungnya ke wisata mangrove atau lainnya. Tujuannya meningkatkan ekonomi masyarakat juga," katanya.
Sementara itu, pembangunan wisata mangrove ini menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp2,2 miliar. Dana tersebut digunakan untuk membangun infrastruktur wisata mangrove seperti pembuatan pelantar dan pembukaan jalan.
Baca juga: Bikin Macet Panjang, Ratusan Sopir Truk Parkir di Exit Tol Mojosongo Boyolali
Panjang pelantar pada wisata mangrove di Natuna ini 1.015 meter dengan lebar dua meter. Hal ini menjadikannya sebagai wisata mangrove terluas di Provinsi Kepulauan Riau. Wisata mangrove ini akan dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (Darwis) yang ada di Pering. "Luas mangrove ini lebih dari 500 hektare. Sampai ke Sungai Ulu," katanya.
Sementara itu, pembangunan wisata mangrove ini menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp2,2 miliar. Dana tersebut digunakan untuk membangun infrastruktur wisata mangrove seperti pembuatan pelantar dan pembukaan jalan.
Baca juga: Bikin Macet Panjang, Ratusan Sopir Truk Parkir di Exit Tol Mojosongo Boyolali
Panjang pelantar pada wisata mangrove di Natuna ini 1.015 meter dengan lebar dua meter. Hal ini menjadikannya sebagai wisata mangrove terluas di Provinsi Kepulauan Riau. Wisata mangrove ini akan dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (Darwis) yang ada di Pering. "Luas mangrove ini lebih dari 500 hektare. Sampai ke Sungai Ulu," katanya.
(eyt)
Lihat Juga :