Sambangi Tarakan, Menteri Nadiem Bakar Semangat para Calon Guru Penggerak
Jum'at, 11 Maret 2022 - 13:19 WIB
loading...
A
A
A
“Unitnya sekolah. Pemerintah hanya memfasilitasi. Kita bisa memberi amunisi, melepas rantai-rantai yang mengekang, dan membantu. Tapi yang berjuang di lapangan adalah guru dan kepala sekolah,” tegas dia.
Di hadapan para guru, Nadiem juga menegaskan, para Guru Penggerak ini harus mendapat posisi agar bisa mewujudkan cita-cita pendidikan. Menjadi kepala sekolah adalah suatu keniscayaan yang akan dialami para Guru Penggerak ini. Hal itu pun selaras dengan Peraturan Mendikbud Ristek Nomor 40 Tahun 2021 Tentang Penugasan Guru Sebagai Kepala Sekolah.
“Guru Penggerak tidak akan berdampak besar kalau lulusan-lulusan program ini tidak segera dijadikan kepala sekolah. Karena itulah kuncinya perubahan yang kita cita-citakan bersama ini akan tercapai. Saya mencari orang-orang yang tidak memprioritaskan administrasi. Justru, yang perlu dipikirkan adalah apa yang terbaik untuk murid,” lanjut Nadiem.
Di luar Guru penggerak, Nadiem menyebutkan, sejumlah terobosan telah dilakukan untuk kemajuan dunia pendidikan di Indonesia. Kurikulum Merdeka dan Platform Merdeka Mengajar adalah dua contoh inovasi yang dilakukan pemerintah untuk mewujudkan harapan itu.
“Saya mengajak Calon Guru Penggerak mengunduh aplikasi Merdeka Mengajar dan mulai baca-baca. Terkait Kurikulum Merdeka, sekolah tidak perlu langsung berubah menjadi Kurikulum Merdeka, bisa bertahap agar transisinya nyaman,” ucap Menteri. Baca juga: Direktur Politeknik Negeri Semarang Dikukuhkan Jadi Guru Besar Ilmu Termodinamika
Di hadapan para guru, Nadiem juga menegaskan, para Guru Penggerak ini harus mendapat posisi agar bisa mewujudkan cita-cita pendidikan. Menjadi kepala sekolah adalah suatu keniscayaan yang akan dialami para Guru Penggerak ini. Hal itu pun selaras dengan Peraturan Mendikbud Ristek Nomor 40 Tahun 2021 Tentang Penugasan Guru Sebagai Kepala Sekolah.
“Guru Penggerak tidak akan berdampak besar kalau lulusan-lulusan program ini tidak segera dijadikan kepala sekolah. Karena itulah kuncinya perubahan yang kita cita-citakan bersama ini akan tercapai. Saya mencari orang-orang yang tidak memprioritaskan administrasi. Justru, yang perlu dipikirkan adalah apa yang terbaik untuk murid,” lanjut Nadiem.
Di luar Guru penggerak, Nadiem menyebutkan, sejumlah terobosan telah dilakukan untuk kemajuan dunia pendidikan di Indonesia. Kurikulum Merdeka dan Platform Merdeka Mengajar adalah dua contoh inovasi yang dilakukan pemerintah untuk mewujudkan harapan itu.
“Saya mengajak Calon Guru Penggerak mengunduh aplikasi Merdeka Mengajar dan mulai baca-baca. Terkait Kurikulum Merdeka, sekolah tidak perlu langsung berubah menjadi Kurikulum Merdeka, bisa bertahap agar transisinya nyaman,” ucap Menteri. Baca juga: Direktur Politeknik Negeri Semarang Dikukuhkan Jadi Guru Besar Ilmu Termodinamika
Lihat Juga :