Pemuda Biadab Bacok Kiai Tengah Khusuk Zikir di Musalah, Begini Kronologinya

Jum'at, 11 Maret 2022 - 00:11 WIB
loading...
Pemuda Biadab Bacok...
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Ibrahim Tompo memperlihatkan barang penganiayaan KH Farid Ashr Waddahr. Foto: SINDOnews/Agung Bakti Sarasa
A A A
BANDUNG - Polisi menangkap pelaku pembacokan terhadap Pengasuh Pondok Pesantren An Nur, KH Farid Ashr Waddahr di Desa Tegalmulya, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu , Selasa (8/3/2022) malam.

Pelaku terbilang sadis dan biadab. Pasalnya, pelaku berinsial SRN (33) itu membacok korban saat tengah khusuk berzikir. Bahkan, sebelum membacok KH Farid, tanpa rasa bersalah, pelaku juga tiba-tiba membacok Ny Anah, istri KH Farid dan keponakan KH Farid yang juga santri berinsial H.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Ibrahim Tompo membeberkan, sebelum peristiwa itu terjadi, pemuda biadab tersebut sempat mendatangi kediaman KH Farid pukul 21.30 WIB untuk mencari KH Farid.

Baca juga: Alami Luka Bacok di Tangan dan Kepala, Istri Kiai Farid Ternyata Sedang Hamil

"Pada saat itu, tersangka mempertanyakan korban (KH Farid), namun dijawab istrinya Pak Kiai sedang di musala, lalu tersangka keluar rumah," kata Ibrahim di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Kamis (10/3/2022).

Namun, entah apa yang ada di pikiran pelaku, pelaku yang sudah meninggalkan kediaman KH Farid tiba-tiba memilih kembali dan langsung melakukan penganiayaan dengan membacok kepala dan tangan Ny Anah menggunakan sebilah arit.



"Tersangka keluar rumah, sesaat kemudian balik lagi ke rumah dan langsung melakukan penganiayaan terhadap istri Kiai F," ungkap Ibrahim.

Usai membacok Ny Anah di bagian kepala dan tangannya, pelaku langsung menuju musala tempat KH Farid berada. Di tengah jalan, di bertemu dengan H. Merasa dihalangi H, pelaku juga langsung membacok H dengan arit yang sama.

Baca juga: Kiai Dibacok saat Khusyuk Berzikir, Pelaku Mengaku Terganggu karena Beda Paham

"Usai membacok H, pelaku langsung melarikan diri ke musala dan menemui Kiai F yang tengah berzikir dan langsung kembali melakukan penganiayaan," beber Ibrahim.

Saat peristiwa itu terjadi, banyak warga yang tengah mengikuti zikir bersama KH Farid. Alhasil, pelaku langsung diamankan dan sempat menjadi bulan-bulanan warga hingga wajah dan tubuhnya babak belur.

"Yang pertama menangkap (pelaku) warga. Saat itu, jemaah lagi banyak di sana, lagi wirid (zikir) dan kondisi korban saat itu tengah melaksanakan wirid," katanya.

"Dari kejadian tersebut akhirnya tiga korban mengalami luka dari sajam seperti arit, barang buktinya arit, sarung, satu stel pakaian, dua potong sarung percikan darah, kerudung percikan darah, dan dua unit HP," sambung Ibrahim.

Disinggung soal kejiwaan pelaku, Ibrahim memastikan bahwa tidak ada indikasi pelaku memiliki kelainan jiwa. Hal itu dikuatkan saat pelaku menjalani pemeriksaan dan mampu memberikan jawaban yang stabil.

"Cukup stabil menjawab, tidak ada indikasi kelainan jiwa dan selaras dengan fakta dalam penyidikan," kata Ibrahim.

Baca juga: Biadab! Seorang Kiai Dibacok saat Khusyuk Wiridan di Musala

Menurut Ibrahim, akibat perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 338 juncto 53 KUHP dan 351 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Sebelumnya diberitakan, berdasarkan hasil penyelidikan dan pemeriksaan saksi di lingkungan sekitar, polisi memastikan bahwa pelaku memiliki paham yang berbeda.

Hal itu diperkuat oleh hasil pemeriksaan terhadap pelaku. Perbedaan paham membuat pelaku merasa terganggu oleh aktivitas zikir yang dilakukan korban dan kerap dihadiri banyak orang.

"Menurut tersangka, wirid bertentangan dengan fikih yang dia pahami dan pelaku menganggapnya sebagai pesugihan, jadi ini paham yang keliru paham yang dimiliki oleh tersangka," kata Kabid Humas Polda Jabar, Ibrahim Tompo.

"Motif kejahatannya karena merasa terganggu aktivitas zikir di malam hari dengan mendatangkan banyak orang," tandasnya.
(nic)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kang Cucun Gelar Pasar...
Kang Cucun Gelar Pasar Murah di Desa Ciheulang Ciparay
Bandung Jewellery Fair...
Bandung Jewellery Fair 2026 Dorong Industri Perhiasan Nasional
Bacok Pelajar di Jakbar,...
Bacok Pelajar di Jakbar, 2 Pelaku Ditangkap Polsek Palmerah
Sadis! Geng Motor Bacok...
Sadis! Geng Motor Bacok 2 Pengendara Motor di Flyover Cibodas Tangerang
Pimpin Panen Raya di...
Pimpin Panen Raya di Indramayu, Kapolda Jabar Doakan Anak Presisi
3 Tahun Jangkau 12 Ribu...
3 Tahun Jangkau 12 Ribu Warga, Dexa Group Perluas Akses Cek Kesehatan Gratis
Bangun BRT Metropolitan...
Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung, Brantas Abipraya Dukung Transformasi Transportasi
Bandung Disulap Jadi...
Bandung Disulap Jadi Korea Mini, Ribuan Pengunjung Serbu Festival K-Food Halal dan K-Culture
Hujan Tak Surutkan Antusiasme...
Hujan Tak Surutkan Antusiasme Warga Sambut Prabowo di Bandung
Rekomendasi
Di Dua Waktu Istimewa...
Di Dua Waktu Istimewa Ini, Malaikat Pengawas Saling Bertemu
50 Tokoh Pasang Badan...
50 Tokoh Pasang Badan untuk Roy Suryo, Din Syamsuddin dan Oegroseno Ikut Jadi Penjamin
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
Berita Terkini
GKSI Berdayakan Peternak...
GKSI Berdayakan Peternak dan Koperasi Susu untuk Perkuat Program MBG
Bangun Sinergitas, Pemkot...
Bangun Sinergitas, Pemkot Bogor Bersama Pelaku Usaha Ikuti Kompetisi Padel
HUT ke-499 DKI, Parade...
HUT ke-499 DKI, Parade Mobil Hias hingga Tarian Khas Jakarta Meriahkan Jakfestival di Ancol
13 Kiai Berkumpul di...
13 Kiai Berkumpul di Ponpes Al Falah Ploso, Serukan Muktamar NU Digelar di Pesantren
Jakarta Rawan Sinkhole,...
Jakarta Rawan Sinkhole, Wagub DKI Rano: Ada Daerah Berpotensi Ambles
Pramono Dampingi Megawati...
Pramono Dampingi Megawati Hadiri Bung Karno Festival di Taman Proklamasi
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved