Basarnas Kerahkan Helikopter, Cari Kapal Motor Hilang Kontak di Laut Indramayu
Selasa, 08 Maret 2022 - 09:02 WIB
loading...
Basarnas mengerahkan helikopter HR-3604 jenis Dauphin untuk mencari KM Putra Barokah SN yang hilang kontak sejak Minggu (6/3/2022).Foto/ist
A
A
A
BANDUNG - Basarnas mengerahkan helikopter HR-3604 jenis Dauphin untuk melakukan pencarian terhadap KM Putra Barokah SN yang hilang kontak sejak Minggu (6/3/2022). Hingga kini, nasib 18 anak buah kapal belum diketahui nasibnya.
Pukul 07.51 WIB satu unit helikopter HR-3604 jenis Dauphin bertolak dari BIJB Kertajati mulai melakukan pencarian. Tim di Helikopter akan melakukan pantauan udara menuju koordinat LKP (Last Known Position) dan juga pencarian pada titik koordinat yang memungkinkan dilalui oleh KM Putra Barokah SN berdasarkan SAR Map Prediction.
Baca juga: KM Putra Barokah Hilang Kontak, 18 ABK Belum Diketahui Nasibnya
Kepala Kantor SAR Bandung Deden Ridwansah menyebutkan selain menggunakan Helly, juga dibantu oleh Kapal nelayan Agung Jaya yang berangkat dari titik Koordinat 5°52'00"S 107°57'00"E menuju ke lokasi kejadian awal. Kapal tersebut membantu melakukan pencarian dan perbantuan SAR jika memungkinkanmemungkinkan.
"Selain itu Tim SAR gabungan juga melakukan pemantauan di Pantai Tanjung Sedari dan Sungai Cibuntu karena info dari PT Yukom, kapal sempat terdeteksi berada di Perairan Karawang namun sinyal tersebut kembali hilang atau SOS," beber dia.
Pukul 07.51 WIB satu unit helikopter HR-3604 jenis Dauphin bertolak dari BIJB Kertajati mulai melakukan pencarian. Tim di Helikopter akan melakukan pantauan udara menuju koordinat LKP (Last Known Position) dan juga pencarian pada titik koordinat yang memungkinkan dilalui oleh KM Putra Barokah SN berdasarkan SAR Map Prediction.
Baca juga: KM Putra Barokah Hilang Kontak, 18 ABK Belum Diketahui Nasibnya
Kepala Kantor SAR Bandung Deden Ridwansah menyebutkan selain menggunakan Helly, juga dibantu oleh Kapal nelayan Agung Jaya yang berangkat dari titik Koordinat 5°52'00"S 107°57'00"E menuju ke lokasi kejadian awal. Kapal tersebut membantu melakukan pencarian dan perbantuan SAR jika memungkinkanmemungkinkan.
"Selain itu Tim SAR gabungan juga melakukan pemantauan di Pantai Tanjung Sedari dan Sungai Cibuntu karena info dari PT Yukom, kapal sempat terdeteksi berada di Perairan Karawang namun sinyal tersebut kembali hilang atau SOS," beber dia.
Lihat Juga :