KM Putra Barokah Hilang Kontak, 18 ABK Belum Diketahui Nasibnya
Senin, 07 Maret 2022 - 16:01 WIB
loading...
Kantor Basarnas Bandung melaporkan KM Putra Barokah SN membawa 18 ABK hilang kontak sejak Minggu (6/3/2022).Foto/ist
A
A
A
BANDUNG - Kantor Basarnas Bandung melaporkan KM Putra Barokah SN hilang kontak sejak Minggu (6/3/2022). Kapal nelayan tersebut membawa 18 anak buah kapal, dan belum diketahui nasibnya hingga saat ini.
Laporan Basarnas Bandung, pada Minggu (6/3/2022) pukul 23.30 WIB Kantor SAR Bandung melakukan koordinasi dengan BCC (Basarnas Command Center) untuk permintaan E Broadcast dengan PT Yukom, VTS Tanjung Priok, VTS Cirebon, Polairud Polda Jabar, KSOP Patimban dan Lanal Cirebon.
Baca juga: Tertahan di Rumah Sakit, Warga Jabar di Arab Saudi dan Korsel Minta Ridwan Kamil Memulangkan
Permintaan itu terkait kejadian KM Putra Barokah SN yang hilang kontak atau tidak terdeteksi pada aplikasi Yukom VMA di Perairan Eretan Kabupaten Indramayu untuk melakukan pemapelan pada kapal kapal yang melintas wilayah tersebut. Namun hingga pukul 06.30 WIB tadi pagi hasil pemapelan masih nihil.
"Hingga saat ini Kantor SAR Bandung masih terus melakukan koordinasi intens dengan pihak pihak terkait baik PT Yukom VMA ataupun pihak lainnya dan juga pemantauan langsung ke VTS Cirebon untuk melakukan pengecekan terhadap hasil pemapelan," jelas Kepala Kantor SAR Bandung Deden Ridwansah.
Laporan Basarnas Bandung, pada Minggu (6/3/2022) pukul 23.30 WIB Kantor SAR Bandung melakukan koordinasi dengan BCC (Basarnas Command Center) untuk permintaan E Broadcast dengan PT Yukom, VTS Tanjung Priok, VTS Cirebon, Polairud Polda Jabar, KSOP Patimban dan Lanal Cirebon.
Baca juga: Tertahan di Rumah Sakit, Warga Jabar di Arab Saudi dan Korsel Minta Ridwan Kamil Memulangkan
Permintaan itu terkait kejadian KM Putra Barokah SN yang hilang kontak atau tidak terdeteksi pada aplikasi Yukom VMA di Perairan Eretan Kabupaten Indramayu untuk melakukan pemapelan pada kapal kapal yang melintas wilayah tersebut. Namun hingga pukul 06.30 WIB tadi pagi hasil pemapelan masih nihil.
"Hingga saat ini Kantor SAR Bandung masih terus melakukan koordinasi intens dengan pihak pihak terkait baik PT Yukom VMA ataupun pihak lainnya dan juga pemantauan langsung ke VTS Cirebon untuk melakukan pengecekan terhadap hasil pemapelan," jelas Kepala Kantor SAR Bandung Deden Ridwansah.
Lihat Juga :