Cegah Resiko Kematian, Deteksi Dini Leukimia Penting Dilakukan
Rabu, 23 Februari 2022 - 23:31 WIB
loading...
A
A
A
Lebih lanjut dia menjelaskan, leukemia atau dikenal dengan kanker darah dipicu oleh tubuh yang terlalu banyak memproduksi sel darah putih abnormal. Leukemia dapat terjadi pada orang dewasa dan anak-anak. "Jadi mungkin masyarakat awam biasa mengartikan atau mengenal bahwa leukemia itu adalah sel darah putih yang memakan sel darah merah dan trombosit," tuturnya.
Dokter spesialis penyakit dalam konsultan hematologi onkologi medik ini menjelaskan bahwa secara klinis leukemia terbagi menjadi dua, yaitu leukemia akut dan leukemia kronik. Leukemia akut adalah jenis penyakit yang perjalanannya tergolong cepat, mematikan, dan memburuk. Baca juga: Penderita Leukimia Akut Butuh Perhatian, Hipmikimdo KBB Galang Bantuan
"Gejala yang dialami dapat memicu anemia, mudah merasa lelah, berat badan menurun drastis, mudah mengalami pendarahan, sering mengalami infeksi, kehilangan selera makan, nyeri tulang dan sendi, pembengkakan kelenjar getah bening, dan berkeringat pada malam hari. Hal ini terjadi karena pembakaran dalam tubuh yang tinggi," bebernya.
Sementara leukemia lronik, lanjut dr Een, adalah jenis penyakit yang perjalanannya tidak cepat sehingga memiliki harapan hidup yang lebih lama. Gejala yang biasa dialami pada umumnya 25 persen tidak bergejala, dan baru diketahui setelah pasien melakukan MCU.
Gejala leukimia jenis ini adalah berat badan menurun dan terjadi pembesaran limpa. "Sering ditemui saat pasien datang dengan keluhan merasakan sakit pada bagian perut dan terasa ada yang mengganjal," tutur dr Een.
Dokter spesialis penyakit dalam konsultan hematologi onkologi medik ini menjelaskan bahwa secara klinis leukemia terbagi menjadi dua, yaitu leukemia akut dan leukemia kronik. Leukemia akut adalah jenis penyakit yang perjalanannya tergolong cepat, mematikan, dan memburuk. Baca juga: Penderita Leukimia Akut Butuh Perhatian, Hipmikimdo KBB Galang Bantuan
"Gejala yang dialami dapat memicu anemia, mudah merasa lelah, berat badan menurun drastis, mudah mengalami pendarahan, sering mengalami infeksi, kehilangan selera makan, nyeri tulang dan sendi, pembengkakan kelenjar getah bening, dan berkeringat pada malam hari. Hal ini terjadi karena pembakaran dalam tubuh yang tinggi," bebernya.
Sementara leukemia lronik, lanjut dr Een, adalah jenis penyakit yang perjalanannya tidak cepat sehingga memiliki harapan hidup yang lebih lama. Gejala yang biasa dialami pada umumnya 25 persen tidak bergejala, dan baru diketahui setelah pasien melakukan MCU.
Gejala leukimia jenis ini adalah berat badan menurun dan terjadi pembesaran limpa. "Sering ditemui saat pasien datang dengan keluhan merasakan sakit pada bagian perut dan terasa ada yang mengganjal," tutur dr Een.
Lihat Juga :