Ridwan Kamil Sebut Kolaborasi Pentahelix Bawa Indonesia Maju
Rabu, 23 Februari 2022 - 15:13 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, Ketua Umum DPP GEMPAR Indonesia Yohanes Sirait mengatakan, target Indonesia untuk menjadi negara 6 besar kekuatan ekonomi dunia harus diwujudkan. Untuk menuju Indonesia emas 2045, dia menilai ada 3 isu besar yang harus dikerjakan.
Pertama terkait sumber daya manusia (SDM), teknologi dan alam. "Kita tahu Indonesia akan mencapai bonus demografi. Ini membuat dunia akan berkembang cepat dari segi manusia," ucap Yohanes. Baca: Lepas 550 Calon Mahasiswa Al Azhar Mesir, Ini Pesan Ridwan Kamil.
Dari segi alam, kata Yohanes, iklim sudah semakin tak menentu. Bahkan ada penelitian yang menyebutkan Jakarta akan tenggelam. Begitu pula Miami di Amerika Serikat yang terancam tenggelam akibat naiknya permukaan air laut secara signifikan.
Sedangkan dalam aspek teknologi, media sosial dianggap bukan lagi dunia maya, melainkan sudah seperti dunia nyata. Oleh karena itu, jika tidak berkembang, maka Indonesia akan menyiakan bonus demografi yang didapat.
"Di era tekonologi, isu sara itu mengemuka, bukan hanya di Indonesia di negara belahan dunia lain juga. Teknologi saat ini untuk memecah belah, alam bukan untuk melestrikan. Kita harus menghentikan segala perpecahan ini," tutup Yohanes.
Pertama terkait sumber daya manusia (SDM), teknologi dan alam. "Kita tahu Indonesia akan mencapai bonus demografi. Ini membuat dunia akan berkembang cepat dari segi manusia," ucap Yohanes. Baca: Lepas 550 Calon Mahasiswa Al Azhar Mesir, Ini Pesan Ridwan Kamil.
Dari segi alam, kata Yohanes, iklim sudah semakin tak menentu. Bahkan ada penelitian yang menyebutkan Jakarta akan tenggelam. Begitu pula Miami di Amerika Serikat yang terancam tenggelam akibat naiknya permukaan air laut secara signifikan.
Sedangkan dalam aspek teknologi, media sosial dianggap bukan lagi dunia maya, melainkan sudah seperti dunia nyata. Oleh karena itu, jika tidak berkembang, maka Indonesia akan menyiakan bonus demografi yang didapat.
"Di era tekonologi, isu sara itu mengemuka, bukan hanya di Indonesia di negara belahan dunia lain juga. Teknologi saat ini untuk memecah belah, alam bukan untuk melestrikan. Kita harus menghentikan segala perpecahan ini," tutup Yohanes.
(nag)
Lihat Juga :