KKN COVID-19, Mahasiswa UNS Ini Berikan Edukasi ke Anak-anak
Minggu, 14 Juni 2020 - 12:32 WIB
loading...
A
A
A
Kiprahnya juga didukung salah satu anggota DPRD. Damara melakukan penyemprotan disinfektan di rumah-rumah warga dan lingkungan sekitar yang direncanakan akan rutin dilaksanakan minimal dua kali seminggu selama pandemi. Damara selanjutnya akan mengajak warga untuk belajar Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) khususnya mencuci tangan. Ia pun ingin mengedukasi perihal manfaat jamu dan mengajak warga untuk minum jamu sebagai upaya menjaga imunitas tubuh.
Dirinya juga memanfaatkan media yang difasilitasi UNS untuk membuat poster, spanduk dan lainnya sebagai gerakan memutus COVID-19. Damara pun membagikan informasi edukatif kepada 5.000 lebih pengikut instagramnya. Termasuk foto dan video dokumentasi kegiatan bersama warga sebagai upaya berbagi cerita dengan warganet perihal proses pengabdiannya dan berbagai pelajaran yang ia dapat dari proses tersebut.
Dari KKN COVID-19, ia belajar banyak hal. Bahwa meskipun di perkotaan, masih banyak kebutuhan masyarakat yang harus dibantu pemenuhannya. Dari hal tersebut, ia menyadari peran mahasiswa yang dapat turut serta menangani beragam permasalahan di masyarakat. Tidak lupa melalui unggahan media sosialnya, ia mengajak warganet untuk menjadi penggerak di lingkungan sekitarnya melalui hal sederhana, khususnya di masa pandemi.
Sebab sebenarnya masih banyak hal yang bisa diperhatikan di tengah pandemi. Yakni bagaimana menumbuhkan kepedulian, simpati, dan empati. “Menjaga diri itu tidak cukup, kita juga harus bisa memandang orang lain dan sekitar kita. Mengetahui apa yang sebenarnya mereka butuhkan,” tutupnya.
Dirinya juga memanfaatkan media yang difasilitasi UNS untuk membuat poster, spanduk dan lainnya sebagai gerakan memutus COVID-19. Damara pun membagikan informasi edukatif kepada 5.000 lebih pengikut instagramnya. Termasuk foto dan video dokumentasi kegiatan bersama warga sebagai upaya berbagi cerita dengan warganet perihal proses pengabdiannya dan berbagai pelajaran yang ia dapat dari proses tersebut.
Dari KKN COVID-19, ia belajar banyak hal. Bahwa meskipun di perkotaan, masih banyak kebutuhan masyarakat yang harus dibantu pemenuhannya. Dari hal tersebut, ia menyadari peran mahasiswa yang dapat turut serta menangani beragam permasalahan di masyarakat. Tidak lupa melalui unggahan media sosialnya, ia mengajak warganet untuk menjadi penggerak di lingkungan sekitarnya melalui hal sederhana, khususnya di masa pandemi.
Sebab sebenarnya masih banyak hal yang bisa diperhatikan di tengah pandemi. Yakni bagaimana menumbuhkan kepedulian, simpati, dan empati. “Menjaga diri itu tidak cukup, kita juga harus bisa memandang orang lain dan sekitar kita. Mengetahui apa yang sebenarnya mereka butuhkan,” tutupnya.
(nun)
Lihat Juga :