Watervang, Bendungan Peninggalan Kolonial Belanda di Lubuklinggau

Jum'at, 24 April 2020 - 05:00 WIB
loading...
A A A
Banyak pembangunan waduk, bendungan dan irigasi dan salah satunya Watervang dengan membendung Sungai Kelingi, anak Sungai Musi. Tujuannya untuk memindahkan aliran air atau keperluan irigasi untuk kepentingan sawah dan perkebunan.

Watervang akhirnya menjadi salah satu bangunan air peninggalan Belanda yang cukup dikenal di wilayah Sumatera Selatan. Bendungan ini diberi nama watervang yang berasal dari Bahasa Belanda dengan arti perangkap air. Bendungan Watervang ini berada di Kelurahan Watervang, Kota Lubuklinggau. Bendungan Watervang dibangun pada tahun 1941 oleh pemerintah Belanda.

Bendungan ini memiliki fungsi awal untuk mengairi persawahan di wilayah Kota Lubuklinggau dan Kabupaten Musi Rawas. Bendungan ini dibangun bersamaan dengan pembangunan Dusun Marga Sindang Kelingi sebagai ibu kota Onder Afdeling Musi Ulu yang menggantikan Muara Beliti.

Untuk itu dibangunlah kota lengkap dengan sarananya, mulai dari pemerintahan, pendidikan, keamanan, dan pusat ekonomi. Karena wilayah yang awalnya kurang penduduk, di daerah ini didatangkan penduduk dari Pulau Jawa.

Pada tahun 1940 -an sudah ada pemukiman di daerah yang direncanakan untuk irigasi tetapi pecahnya perang dunia kedua membuat pemerintah Belanda kurang mendapat manfaat dari rencana pembangunan bendungan dan saluran irigasinya.

Watervang yang merupakan bangunan air yang memiliki peran penting dalam pertanian di Lubuklinggau dan Musirawas memiliki beberapa komponen bangunan yakni :

Bendungan
Dibangun melintang di Sungai Kelingi dengan arah utara-selatan. Bendung ini memiliki panjang 50 m. Bendung terbuat dari beton dan susunan batu. Bendung terletak di bawah jembatan gantung dengan fungsi utama meninggikan permukaan air dan mengalirkan ke penampungan untuk diteruskan ke saluran irigasi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Kisah Jenderal Sjafrie...
Kisah Jenderal Sjafrie Kawal Soeharto yang Tolak Pakai Rompi Anti Peluru saat Kunjungan ke Bosnia
Sepak Terjang Matah...
Sepak Terjang Matah Ati, Istri Pangeran Sambernyawa yang Jadi Panglima Pasukan Khusus Wanita Mangkunegaran
Pasukan Intelijen Mematikan...
Pasukan Intelijen Mematikan Dom Sumurup Ing Banyu, Telik Sandi Mataram yang Habisi Jenderal VOC JP Coen
Rekomendasi
Penampakan Andri Mulyono...
Penampakan Andri Mulyono Pakai Rompi Tahanan usai Jadi Tersangka Baru Pengadaan Motor Listrik BGN
PHEV Indonesia 2026:...
PHEV Indonesia 2026: Tahun Ketika BYD Memangkas Harga, Pasar Berlipat Ganda
Pengamat Kebijakan Publik...
Pengamat Kebijakan Publik Apresiasi Arah Baru BGN, Transparansi dan Refocusing MBG
Berita Terkini
Sekjen PPP Taj Yasin...
Sekjen PPP Taj Yasin dan Agus Suparmanto Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
MNC Peduli dan Park...
MNC Peduli dan Park Hyatt Jakarta Gelar Aksi Food Rescue untuk Warga Duri Kepa
KAI Jadi Benchmark Layanan...
KAI Jadi Benchmark Layanan Publik Indonesia, Dinilai Mampu Bersaing secara Global
Begal dan Curanmor,...
Begal dan Curanmor, Kasus Besar yang Diungkap Polda Riau dalam Semalam
Stafsus Menag Tinjau...
Stafsus Menag Tinjau GKJ Nusukan Solo, Jamin Kebebasan Beribadah
Berbekal PROPER Hijau,...
Berbekal PROPER Hijau, Langkah Nyata Transformasi Ekologis Diperkuat di Sulawesi Tenggara
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved