Watervang, Bendungan Peninggalan Kolonial Belanda di Lubuklinggau

Jum'at, 24 April 2020 - 05:00 WIB
loading...
Watervang, Bendungan...
Watervang merupakan nama dari bendungan di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan sisa peninggalan Kolonial Belanda yang dibangun pada tahun 1941. Foto SINDOnews/Berli Z
A A A
Watervang merupakan nama dari bendungan di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan. Watervang juga menjadi tempat pariwisata yang tentu jauh lebih tua dari usia Kota Lubuklinggau, karena terbentuk dan terpisah dari Kabupaten Musi Rawas pada 2001.

Watervang merupakan sebuah nama bendungan dari bahasa Belanda yang berarti perangkap air. Watervang mempunyai sejarah panjang, bentuk yang khas, dan manfaat yang terus terasa hingga saat ini.

Watervang membendung dan meninggikan permukaan Sungai Kelingi untuk dilalirkan ke sistem irigasi, yang pada masa kolonial untuk pengembangan wilayah dan pertanian.

Menurut sejarah dikutip dari berbagai sumber, yang salah satunya karya Titet Fauzi Rachmawan dari Balai Arkeologi Sumatera Selatan, pada awal abad 20, Belanda mulai mencanangkan kebijakan yang diumumkan Ratu Wilhemina di depan parlemen saat itu, dalam upaya membangun Hindia Belanda untuk memperbaiki kesejahteraan masyarakat pribumi.

Prinsip sederhana dari pidato Ratu Wilhemnia ini adalah Hindia Belanda harus dibangun. Sekaligus mengubah anggapan saat itu bahwa daerah ini yang tidak lagi menguntungkan, harus dibangun agar berkembang.

Dalam proses itu, Belanda mulai banyak membangun mulai dari bendungan, irigasi termasuk memindahkan penduduk yang dikenal saat ini dengan istilah transmigrasi dari Pulau Jawa untuk menambah tenaga kerja.

Karenanya di daerah pertanian di Lubuklinggau dan Musirawas ini banyak terdapat warga yang berasal dari Pulau Jawa hingga saat ini. Dan nama wilayahnya pun mengadopsi kata Jawa yakni Merasi atau Tugumulyo.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Kisah Jenderal Sjafrie...
Kisah Jenderal Sjafrie Kawal Soeharto yang Tolak Pakai Rompi Anti Peluru saat Kunjungan ke Bosnia
Sepak Terjang Matah...
Sepak Terjang Matah Ati, Istri Pangeran Sambernyawa yang Jadi Panglima Pasukan Khusus Wanita Mangkunegaran
Pasukan Intelijen Mematikan...
Pasukan Intelijen Mematikan Dom Sumurup Ing Banyu, Telik Sandi Mataram yang Habisi Jenderal VOC JP Coen
Rekomendasi
Menlu Iran Ungkap MoU...
Menlu Iran Ungkap MoU dengan AS Mencakup Lebanon dan Blokade Paman Sam
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
PHEV Indonesia 2026:...
PHEV Indonesia 2026: Tahun Ketika BYD Memangkas Harga, Pasar Berlipat Ganda
Berita Terkini
KAI Jadi Benchmark Layanan...
KAI Jadi Benchmark Layanan Publik Indonesia, Dinilai Mampu Bersaing secara Global
Begal dan Curanmor,...
Begal dan Curanmor, Kasus Besar yang Diungkap Polda Riau dalam Semalam
Stafsus Menag Tinjau...
Stafsus Menag Tinjau GKJ Nusukan Solo, Jamin Kebebasan Beribadah
Berbekal PROPER Hijau,...
Berbekal PROPER Hijau, Langkah Nyata Transformasi Ekologis Diperkuat di Sulawesi Tenggara
Unjuk Rasa Mahasiswa...
Unjuk Rasa Mahasiswa Bubar, Polisi Mulai Buka Jalan Jenderal Sudirman Arah Bundaran HI
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved