Sesuai SKB Menteri, PTMT Kota Bandung Tetap Digelar
Sabtu, 19 Februari 2022 - 07:35 WIB
loading...
Pemerintah Kota Bandung tetap akan menggelar pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) sesuai dengan SKB menteri. Walaupun di Kota Bandung telah ditemukan banyak siswa positif COVID-19. Foto ilustrasi SINDOnews
A
A
A
BANDUNG - Pemerintah Kota Bandung tetap akan menggelar pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) sesuai dengan surat keputusan bersama (SKB) menteri. Walaupun di Kota Bandung telah ditemukan banyak siswa positif COVID-19.
Plt Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengatakan, meski sudah ditemukan 47 kasus siswa positif COVID-19 di lingkungan sekolah, tapi PTMT tetap akan berjalan sesuai dengan SKB empat menteri. "Sejauh ini kasus positifnya ada 1,77 persen. Jadi PTMT masih bisa berjalan, " ujar Yana, Jumat (18/2/2022). Baca juga: Siswa di Lamongan Belajar di Ruang Kelas yang Terendam Banjir Luapan Anak Bengawan Solo
Kendati begitu, dia memberikan keleluasaan kepada siswa untuk memilih PTMT atau PJJ. "Namun, kita juga memberikan ruang untuk orang tua memilih pembelajaran jarak jauh (PJJ) jika memang keberatan kalau anaknya PTMT," ujarnya.
Menurut dia, saat ini pihaknya terus memaksimalkan proses vaksinasi dan disiplin protokol kesehatan (prokes). "Sesuai dengan arahan presiden Indonesia, kita akan mengutamakan dua hal ini, yaitu peningkatan vaksinasi dan disiplin prokes," tutur Yana.
Plt Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengatakan, meski sudah ditemukan 47 kasus siswa positif COVID-19 di lingkungan sekolah, tapi PTMT tetap akan berjalan sesuai dengan SKB empat menteri. "Sejauh ini kasus positifnya ada 1,77 persen. Jadi PTMT masih bisa berjalan, " ujar Yana, Jumat (18/2/2022). Baca juga: Siswa di Lamongan Belajar di Ruang Kelas yang Terendam Banjir Luapan Anak Bengawan Solo
Kendati begitu, dia memberikan keleluasaan kepada siswa untuk memilih PTMT atau PJJ. "Namun, kita juga memberikan ruang untuk orang tua memilih pembelajaran jarak jauh (PJJ) jika memang keberatan kalau anaknya PTMT," ujarnya.
Menurut dia, saat ini pihaknya terus memaksimalkan proses vaksinasi dan disiplin protokol kesehatan (prokes). "Sesuai dengan arahan presiden Indonesia, kita akan mengutamakan dua hal ini, yaitu peningkatan vaksinasi dan disiplin prokes," tutur Yana.
Lihat Juga :