Omicron Ancam Gejolak Ekonomi, BI Sebut Pentingnya Pengendalian Inflasi Jawa Barat
Sabtu, 19 Februari 2022 - 05:51 WIB
loading...
Kepala BI Jawa Barat Herawanto. Foto/ist
A
A
A
BANDUNG - Bank Indonesia (BI) Jawa Barat menekankan pentingnya upaya pengendalian inflasi, melihat masih adanya gejolak pandemi seperti naiknya kasus Omicron akhir akhir ini.
Kepala BI Jabar Herawanto mengatakan, roadmap pengendalian inflasi harus dibangun untuk mengantisipasi berbagai tantangan yang semakin kompleks. Seperti kenaikan berbagai harga komoditas strategis sejalan dengan perbaikan ekonomi global, pengendalian produksi, kenaikan tarif cukai, serta tekanan harga akibat permintaan yang bersifat musiman sehubungan dengan momen Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), yaitu Ramadhan dan Idul Fitri.
Baca juga: Dukung KTT G20, Profesor Dunia Bahas Isu Transformasi Digital dan Keamanan Siber
"Dalam jangka pendek, salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan operasi pasar dan optimalisasi strategi komunikasi efektif melalui edukasi belanja bijak, konsumsi bijak dan berdagang bijak," jelas dia.
Dalam jangka menengah panjang, kata dia, perlu dilakukan pemetaan daerah produsen konsumen dalam rangka mengoptimalkan potensi Kerja Sama Antar Daerah (KAD), perluasan sinergi penerapan digitalisasi dalam strategi menjaga ketersediaan pasokan maupun dan distribusinya.
Peningkatan kasus omicron, yang berlangsung cepat dalam beberapa waktu ini, juga menjadi tantangan baru bagi perekonomian global, nasional, maupun Jawa Barat. Meski demikian, momentum optimisme perekonomian perlu dijaga, mengingat pertumbuhan ekonomi nasional dan Jawa Barat pada tahun 2021 menunjukan perbaikan signifikan dalam aktivitas dan optimisme terhadap perekonomian.
Herawanto menekankan bahwa digitalisasi menjadi tools yang semakin penting dan kunci sukes dalam upaya mengendalikan inflasi. Berbagai program inovasi yang dilakukan tentunya diharapkan dapat selaras antara pengendalian inflasi dan pemulihan ekonomi daerah dengan mengkolaborasikan digitalisasi dan green economy, mengingat dua isu ini merupakan isu penting yang sedang digaungkan pada event internasional G20.
Kepala BI Jabar Herawanto mengatakan, roadmap pengendalian inflasi harus dibangun untuk mengantisipasi berbagai tantangan yang semakin kompleks. Seperti kenaikan berbagai harga komoditas strategis sejalan dengan perbaikan ekonomi global, pengendalian produksi, kenaikan tarif cukai, serta tekanan harga akibat permintaan yang bersifat musiman sehubungan dengan momen Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), yaitu Ramadhan dan Idul Fitri.
Baca juga: Dukung KTT G20, Profesor Dunia Bahas Isu Transformasi Digital dan Keamanan Siber
"Dalam jangka pendek, salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan operasi pasar dan optimalisasi strategi komunikasi efektif melalui edukasi belanja bijak, konsumsi bijak dan berdagang bijak," jelas dia.
Dalam jangka menengah panjang, kata dia, perlu dilakukan pemetaan daerah produsen konsumen dalam rangka mengoptimalkan potensi Kerja Sama Antar Daerah (KAD), perluasan sinergi penerapan digitalisasi dalam strategi menjaga ketersediaan pasokan maupun dan distribusinya.
Peningkatan kasus omicron, yang berlangsung cepat dalam beberapa waktu ini, juga menjadi tantangan baru bagi perekonomian global, nasional, maupun Jawa Barat. Meski demikian, momentum optimisme perekonomian perlu dijaga, mengingat pertumbuhan ekonomi nasional dan Jawa Barat pada tahun 2021 menunjukan perbaikan signifikan dalam aktivitas dan optimisme terhadap perekonomian.
Herawanto menekankan bahwa digitalisasi menjadi tools yang semakin penting dan kunci sukes dalam upaya mengendalikan inflasi. Berbagai program inovasi yang dilakukan tentunya diharapkan dapat selaras antara pengendalian inflasi dan pemulihan ekonomi daerah dengan mengkolaborasikan digitalisasi dan green economy, mengingat dua isu ini merupakan isu penting yang sedang digaungkan pada event internasional G20.
Lihat Juga :