Gereja di Papua Akan Dilibatkan Dalam Program Percepatan Pembangunan
Rabu, 16 Februari 2022 - 22:09 WIB
loading...
A
A
A
Maskury menyebut peran gereja sangat penting, yakni sebagai motivasi bagi jemaatnya untuk terus menyebar kedamaian dan berkontribusi positif dalam pembangunan di Papua.
"Gereja juga memberikan pelayanan sosial, kemanusiaan, dan kerohanian serta memberikan kontribusi positif melalui sumbangsih pemikiran yang kritik namun konstruktif dalam pembangunan di Tanah Papua," lanjutnya.
Sementara, Ketua PGGP, Pdt. Hezkia Rollo mengapresiasi langkah Wapres KH Ma'ruf Amin yang menggandeng tokoh-tokoh gereja dalam upaya percepatan pembangunan di Tanah Papua.
"Tuhan ini baik, karena menjadikan seorang kyai menjadi Wakil Presiden. Sehingga kami yang banyak kyai di Papua ini bersatu dalam satu kesatuan gerak. Dan kami percaya bahwa pembangunan di Tanah Papua ini akan berjalan dengan damai dan sukacita, karena peletak dan pendiri PGGP telah keluar dengan tema sentral Jadikan Papua Tanah Damai," ucap Pdt. Hezkia.
Dia menambahkan, hasil Konferensi akan dibuatkan rekomendasi yang kemudian dikirimkan ke Presiden dan Wakil Presiden di Jakarta untuk kemudian menjadi pertimbangan keikutsertaan gereja dalam pembangunan di Tanah Papua.
"Petunjuk dari Prof Abdillah, bahwa hasil dari seminar dan konferensi mampu melahirkan rekomendasi untuk melibatkan gereja dalam pembangunan di Tanah Papua. Sehingga harapan kami, gereja tidak lagi menjadi penonton saja," ucapnya.
Sementara, Ketua PGGP Papua Barat, Pdt. Shirley F.A Parinussa mengapresiasi keseriusan pemerintah pusat dalam hal pembangunan di Tanah Papua, utamanya pelibatan gereja dalam upaya pembangunan kesejahteraan masyarakat.
"Gereja juga memberikan pelayanan sosial, kemanusiaan, dan kerohanian serta memberikan kontribusi positif melalui sumbangsih pemikiran yang kritik namun konstruktif dalam pembangunan di Tanah Papua," lanjutnya.
Sementara, Ketua PGGP, Pdt. Hezkia Rollo mengapresiasi langkah Wapres KH Ma'ruf Amin yang menggandeng tokoh-tokoh gereja dalam upaya percepatan pembangunan di Tanah Papua.
"Tuhan ini baik, karena menjadikan seorang kyai menjadi Wakil Presiden. Sehingga kami yang banyak kyai di Papua ini bersatu dalam satu kesatuan gerak. Dan kami percaya bahwa pembangunan di Tanah Papua ini akan berjalan dengan damai dan sukacita, karena peletak dan pendiri PGGP telah keluar dengan tema sentral Jadikan Papua Tanah Damai," ucap Pdt. Hezkia.
Dia menambahkan, hasil Konferensi akan dibuatkan rekomendasi yang kemudian dikirimkan ke Presiden dan Wakil Presiden di Jakarta untuk kemudian menjadi pertimbangan keikutsertaan gereja dalam pembangunan di Tanah Papua.
"Petunjuk dari Prof Abdillah, bahwa hasil dari seminar dan konferensi mampu melahirkan rekomendasi untuk melibatkan gereja dalam pembangunan di Tanah Papua. Sehingga harapan kami, gereja tidak lagi menjadi penonton saja," ucapnya.
Sementara, Ketua PGGP Papua Barat, Pdt. Shirley F.A Parinussa mengapresiasi keseriusan pemerintah pusat dalam hal pembangunan di Tanah Papua, utamanya pelibatan gereja dalam upaya pembangunan kesejahteraan masyarakat.
Lihat Juga :