Imbas PPKM, DKKC Tunda Event Pasanggiri Tari Jaipongan
Selasa, 15 Februari 2022 - 00:26 WIB
loading...
A
A
A
Menurutnya, semula DKKC khususnya Komite Tari berharap tahun 2022 ini adalah tahun kebangkitan kegiatan budaya. Segala aktivitas bisa terselenggara dengan menghadirkan ragam budaya, melibatkan pelaku budaya, dan masyarakat secara langsung.
Akan tetapi pandemi COVID-19 dan PPKM masih berlanjut sehingga pihaknya tidak bisa berbuat banyak. Selama dua tahun ini juga, kegiatan budaya bersama DKKC hampir 99 persen dilakukan secara daring. Baca juga: PPKM Level 3 Perlu Dilanjutkan untuk Putus Penyebaran Omicron
Sehingga di tahun ini pelaku budaya sudah sangat rindu untuk bisa berkegiatan secara langsung. "Kerinduan itu masih harus tertahan karena COVID-19. Semoga saja panitia dan peserta pasanggiri sama-sama memaklumi," ujarnya.
Dirinya berharap kepada pemerintah, jika PPKM terus berlanjut agar ada solusi kepada para pelaku kesenian dan budaya. Karena seni pertunjukan berhubungan dengan publik dan ruang publik, maka pasti dalam setiap kebijakan PPKM akan selalu terkena dampaknya.
"Kejadian seperti ini tentu akan menambah panjang episode penderitaan pelaku budaya. Lama kelamaan hal ini bisa berimbas pada peningkatan kuantitas, kualitas budaya, serta nasib para pelaku budaya," pungkasnya.
Akan tetapi pandemi COVID-19 dan PPKM masih berlanjut sehingga pihaknya tidak bisa berbuat banyak. Selama dua tahun ini juga, kegiatan budaya bersama DKKC hampir 99 persen dilakukan secara daring. Baca juga: PPKM Level 3 Perlu Dilanjutkan untuk Putus Penyebaran Omicron
Sehingga di tahun ini pelaku budaya sudah sangat rindu untuk bisa berkegiatan secara langsung. "Kerinduan itu masih harus tertahan karena COVID-19. Semoga saja panitia dan peserta pasanggiri sama-sama memaklumi," ujarnya.
Dirinya berharap kepada pemerintah, jika PPKM terus berlanjut agar ada solusi kepada para pelaku kesenian dan budaya. Karena seni pertunjukan berhubungan dengan publik dan ruang publik, maka pasti dalam setiap kebijakan PPKM akan selalu terkena dampaknya.
"Kejadian seperti ini tentu akan menambah panjang episode penderitaan pelaku budaya. Lama kelamaan hal ini bisa berimbas pada peningkatan kuantitas, kualitas budaya, serta nasib para pelaku budaya," pungkasnya.
(don)
Lihat Juga :