Terkenal Penghasil Manik-manik, Desa di Jombang Diusulkan Jadi Desa Devisa
Senin, 14 Februari 2022 - 07:33 WIB
loading...
A
A
A
Dengan beberapa kriteria yang dijadikan asesmen oleh LPEI, Khofifah menyebut Kampung Manik-Manik di Jombang ini telah memenuhi keseluruhannya."Yang pertama adalah produk milik sendiri bukan karya orang lain yang diperjual belikan ditempatnya. Lalu punya keunikan, punya pasar ekspor, dilakukan oleh banyak orang di satu desa didukung kelembagaan kelompok. Saya rasa ini sudah memenuhi kriteria itu," ucap Khofifah.
Khofifah menyebut, LPEI memberikan kuota kepada Jatim sebanyak 15 desa untuk dijadikan desa devisa pada tahun 2022 ini. Khofifah bersyukur atas besarnya kuota yang diberikan tersebut karena bisa menjadi pendongkrak kesejahteraan masyarakat desa. Tetapi saat ini yang telah siap ada 20 desa. "Kita akan mengajukan semua," terangnya.
Sementara itu, salah satu perajin, Wartiah mengungkapkan bahwa sebelum pandemi COVID-19 melanda, tak kurang dari 10 negara di Asia dan Eropa menjadi pelanggan tetap manik-manik yang diproduksi para perajin. Di Desa Plumbon Gambang terdapat 125 unit pengusaha manik manik, dengan pekerja 1.200 orang yang berasal dari masyarakat sekitar. Baik perempuan maupun laki-laki.
Selain pasar luar negeri, manik-manik dari desa ini juga sangat diminati di dalam negeri. Provinsi Bali, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan beberapa provinsi di Kalimantan, menjadi pasar tetap produk manik-manik asal desa tersebut. "Meskipun ekspor ke luar negeri semenjak pandemi memang menurun, tapi disini kami sudah pernah ekspor hingga Madrid," katanya.
Khofifah menyebut, LPEI memberikan kuota kepada Jatim sebanyak 15 desa untuk dijadikan desa devisa pada tahun 2022 ini. Khofifah bersyukur atas besarnya kuota yang diberikan tersebut karena bisa menjadi pendongkrak kesejahteraan masyarakat desa. Tetapi saat ini yang telah siap ada 20 desa. "Kita akan mengajukan semua," terangnya.
Sementara itu, salah satu perajin, Wartiah mengungkapkan bahwa sebelum pandemi COVID-19 melanda, tak kurang dari 10 negara di Asia dan Eropa menjadi pelanggan tetap manik-manik yang diproduksi para perajin. Di Desa Plumbon Gambang terdapat 125 unit pengusaha manik manik, dengan pekerja 1.200 orang yang berasal dari masyarakat sekitar. Baik perempuan maupun laki-laki.
Selain pasar luar negeri, manik-manik dari desa ini juga sangat diminati di dalam negeri. Provinsi Bali, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan beberapa provinsi di Kalimantan, menjadi pasar tetap produk manik-manik asal desa tersebut. "Meskipun ekspor ke luar negeri semenjak pandemi memang menurun, tapi disini kami sudah pernah ekspor hingga Madrid," katanya.
(msd)
Lihat Juga :