Kisah Perang Saudara Kerajaan Majapahit, Kepala Bhre Wirabhumi Dipenggal oleh Prajurit Raja Suhita
Rabu, 09 Februari 2022 - 05:03 WIB
loading...
A
A
A
Dalam prasasti Paminyihan tahun 1473 masehi, Dyah Suraprabhawa Sri Singhawikramawardhana disebut sebagai penguasa tunggal di Jawa yang disebutkan sebagai Jawabhumyekadhipa. Dyah Suraprabhawa Sri Singhawikramawardhana juga disebut dalam Kitab Siwaratrialpa karya Mpu Tanakung, sebagai keturunan wangsa Girindra. Baca juga: Kisah Pertarungan Sengit Gajah Mada Melawan Sunan Bejagung Lor di Watu Gajah Tuban
Dyah Suraprabhawa Sri Singhawikramawardhana akhirnya menyingkir dari Keraton Majapahit, karena adanya serangan dari Bhre Kertabhumi yang merupakan anak bungsu dari Sang Suragara. Dyah Suraprabhawa Sri Singhawikramawardhana menyingkir ke Daha, demi menyelamatkan pemerintahannya, hingga akhirnya mangkat pada tahun 1474 masehi.
Posisinya digantikan oleh Dyah Ranawijaya, dengan gelar Girindrawardhana Dyah Ranawijaya. Pada tahun 1478 masehi, Dyah Ranawijaya melancarkan serangan kepada Bhre Kertabhumi di pusat Keraton Majapahit. Dalam peperangan besar ini, Bhre Kertabhumi akhirnya tewas.
Babad Tanah Jawi menyebut, Majapahit runtuh akibat serangan Kerajaan Islam Demak. Hal ini ditandai dengan sengkalan sirna ilang kertaning bumi, bertahun 1.400 saka atau 1478 masehi. Dalam catatan Riboet Darmosoetopo, keberadaan kerajaan Majapahit tidak benar-benar lenyap usai adanya serangan Demak.
Diolah dari berbagai sumber
Dyah Suraprabhawa Sri Singhawikramawardhana akhirnya menyingkir dari Keraton Majapahit, karena adanya serangan dari Bhre Kertabhumi yang merupakan anak bungsu dari Sang Suragara. Dyah Suraprabhawa Sri Singhawikramawardhana menyingkir ke Daha, demi menyelamatkan pemerintahannya, hingga akhirnya mangkat pada tahun 1474 masehi.
Posisinya digantikan oleh Dyah Ranawijaya, dengan gelar Girindrawardhana Dyah Ranawijaya. Pada tahun 1478 masehi, Dyah Ranawijaya melancarkan serangan kepada Bhre Kertabhumi di pusat Keraton Majapahit. Dalam peperangan besar ini, Bhre Kertabhumi akhirnya tewas.
Babad Tanah Jawi menyebut, Majapahit runtuh akibat serangan Kerajaan Islam Demak. Hal ini ditandai dengan sengkalan sirna ilang kertaning bumi, bertahun 1.400 saka atau 1478 masehi. Dalam catatan Riboet Darmosoetopo, keberadaan kerajaan Majapahit tidak benar-benar lenyap usai adanya serangan Demak.
Diolah dari berbagai sumber
(don)
Lihat Juga :