Kapasitas TPS di Cimahi Belum Ideal, Sampah Kerap Meluber ke Jalan
Jum'at, 12 Juni 2020 - 20:21 WIB
loading...
A
A
A
"Program ini sudah dimulai sejak beberapa tahun lalu. Yakni, sampah dipilah sejak dari sumber untuk dijadikan barang yang lebih bermanfaat. Kemudian nantinya sampah yang dibuang ke TPA hanya residunya saja atau sampah yang tidak bisa didaur ulang," tuturnya.
Rencana awal, pihaknya akan menerapkan program tersebut di Kelurahan Cibabat dan Pasirkaliki dengan anggaran Rp1,7 miliar. Tapi dikarenakan ada COVID-19 anggaran tersebut di-refocusing.
Data DLH Kota Cimahi, menyebutkan timbulan sampah tahun 2019 mencapai 270,399 ton/hari. Komposisi sampahnya meliputi sampah organik 50,6%, kertas 8,6%, plastik 15,6%, logam 3,1%, kain 5,3%, gelas kaca 3,0%, B3RT 1,4% dan sampah lainnya 12,5%.
"Yang bisa tertangani hanya 259,757 ton (96,06%)/hari, dan yang tidak tertangani 10,642 ton (3,94%). Yang tertangani itu ada yang tereduksi dari sumber sebesar 37,077 ton ata 3,71%/hari dan yang diangkut ke TPA sebanyak 222,68 ton/hari atau 82,35%," sebutnya.
Rencana awal, pihaknya akan menerapkan program tersebut di Kelurahan Cibabat dan Pasirkaliki dengan anggaran Rp1,7 miliar. Tapi dikarenakan ada COVID-19 anggaran tersebut di-refocusing.
Data DLH Kota Cimahi, menyebutkan timbulan sampah tahun 2019 mencapai 270,399 ton/hari. Komposisi sampahnya meliputi sampah organik 50,6%, kertas 8,6%, plastik 15,6%, logam 3,1%, kain 5,3%, gelas kaca 3,0%, B3RT 1,4% dan sampah lainnya 12,5%.
"Yang bisa tertangani hanya 259,757 ton (96,06%)/hari, dan yang tidak tertangani 10,642 ton (3,94%). Yang tertangani itu ada yang tereduksi dari sumber sebesar 37,077 ton ata 3,71%/hari dan yang diangkut ke TPA sebanyak 222,68 ton/hari atau 82,35%," sebutnya.
(awd)
Lihat Juga :