Dugderan Diganti Tabuh Bedug sebagai Penanda Awal Puasa
Kamis, 23 April 2020 - 19:09 WIB
loading...
A
A
A
“Hari ini dugderan digelar dengan sederhana karena adanya wabah Covid-19, tapi tetap prosesinya kita jalankan sesuai dengan budaya yang pernah dilakukan setiap tahunnya,” ungkap Hendi.
Menurutnya, momentum saat ini diharapkan membuat warga Kota Semarang lebih khusus dalam beribadah puasa. “Kami berpesan untuk masyarakat sebaiknya menjalankan ibadah-ibadah keagamaan selama bulan ramadhan ini di rumah saja, ini untuk memutus mata rantai penularan Covid-19,” pintanya.
Sementara, Ketua Takmir Masjid Agung Kota Semarang, KH Hanief Ismail mengutarakan, sesuai dengan anjuran pemerintah, pihak masjid tak menggelar salat tarawih berjamaah .
“Untuk memutus mata rantai penularan Covid-19, Masjid Agung Semarang sudah tidak menyelenggarakan salat jumat seperti yang dianjurkan oleh pemerintah. Untuk salat tarawih juga tidak digelar secara berjamaah di masjid,” tandasnya. Selain itu, pihaknya juga menyarankan supaya masyarakat menjalankan ibadah di rumah.
Menurutnya, momentum saat ini diharapkan membuat warga Kota Semarang lebih khusus dalam beribadah puasa. “Kami berpesan untuk masyarakat sebaiknya menjalankan ibadah-ibadah keagamaan selama bulan ramadhan ini di rumah saja, ini untuk memutus mata rantai penularan Covid-19,” pintanya.
Sementara, Ketua Takmir Masjid Agung Kota Semarang, KH Hanief Ismail mengutarakan, sesuai dengan anjuran pemerintah, pihak masjid tak menggelar salat tarawih berjamaah .
“Untuk memutus mata rantai penularan Covid-19, Masjid Agung Semarang sudah tidak menyelenggarakan salat jumat seperti yang dianjurkan oleh pemerintah. Untuk salat tarawih juga tidak digelar secara berjamaah di masjid,” tandasnya. Selain itu, pihaknya juga menyarankan supaya masyarakat menjalankan ibadah di rumah.
(nun)
Lihat Juga :