Hadapi Tantangan Inflasi 2022, Menko Airlangga: Pengendalian di Level Daerah Jadi Kunci
Kamis, 03 Februari 2022 - 19:54 WIB
loading...
ntuk memitigasi berbagai tantangan pencapaian inflasi tahun 2022 baik yang berasal dari global maupun domestik, Pemerintah Pusat terus melakukan koordinasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) dan Bank Indonesia Foto ist
A
A
A
JAKARTA - Untuk memitigasi berbagai tantangan pencapaian inflasi tahun 2022 baik yang berasal dari global maupun domestik, Pemerintah Pusat terus melakukan koordinasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) dan Bank Indonesia melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah.
"Penguatan program kerja dan strategi kebijakan pengendalian inflasi di level daerah menjadi strategis dalam mendukung pencapaian inflasi nasional tetap terkendali di tengah risiko-risiko yang dihadapi,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Kamis (3/2/2022). Baca juga: Sinyal Pemulihan Ekonomi, Inflasi dan PMI Manufaktur Memberikan Prospek Positif
Airlangga menuturkan, capaian inflasi Januari dipengaruhi oleh pergerakan pada seluruh komponen inflasi dengan komponen inti. Inflasi inti sebesar 0,42 persen (mtm) dan merupakan tertinggi sejak Agustus 2019. Sementara secara tahunan, inflasi inti tercatat sebesar 1,84 persen dan juga tertinggi sejak September 2020.
Peningkatan inflasi inti pada Januari 2022, lanjutnya, disebabkan adanya peningkatan harga komoditas ikan segar, mobil, tarif kontrak rumah dan sewa rumah. Inflasi Volatile Food (VF) tercatat sebesar 1,30 persen (mtm), lebih rendah dibandingkan dengan inflasi VF bulan sebelumnya sebesar 2,32 persen (mtm) maupun rerata historis bulan Januari empat tahun terakhir sebesar 1,66 persen (mtm).
Airlangga mengatakan, beberapa komoditas VF yang dominan menyumbang inflasi Januari antara lain kenaikan harga daging ayam, beras, telur ayam ras dan tomat. Sementara komoditas yang mengalami penurunan harga adalah cabai merah.
"Kenaikan harga beras pada Januari disebabkan oleh rendahnya panen pada bulan November-Desember 2021 disertai dengan terjadinya hidrometeorologi pada awal tahun 2022," ujarnya. Baca juga: Inflasi Tembus 0,56% di Januari, Kenaikan Harga Terjadi di 85 Kota
"Penguatan program kerja dan strategi kebijakan pengendalian inflasi di level daerah menjadi strategis dalam mendukung pencapaian inflasi nasional tetap terkendali di tengah risiko-risiko yang dihadapi,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Kamis (3/2/2022). Baca juga: Sinyal Pemulihan Ekonomi, Inflasi dan PMI Manufaktur Memberikan Prospek Positif
Airlangga menuturkan, capaian inflasi Januari dipengaruhi oleh pergerakan pada seluruh komponen inflasi dengan komponen inti. Inflasi inti sebesar 0,42 persen (mtm) dan merupakan tertinggi sejak Agustus 2019. Sementara secara tahunan, inflasi inti tercatat sebesar 1,84 persen dan juga tertinggi sejak September 2020.
Peningkatan inflasi inti pada Januari 2022, lanjutnya, disebabkan adanya peningkatan harga komoditas ikan segar, mobil, tarif kontrak rumah dan sewa rumah. Inflasi Volatile Food (VF) tercatat sebesar 1,30 persen (mtm), lebih rendah dibandingkan dengan inflasi VF bulan sebelumnya sebesar 2,32 persen (mtm) maupun rerata historis bulan Januari empat tahun terakhir sebesar 1,66 persen (mtm).
Airlangga mengatakan, beberapa komoditas VF yang dominan menyumbang inflasi Januari antara lain kenaikan harga daging ayam, beras, telur ayam ras dan tomat. Sementara komoditas yang mengalami penurunan harga adalah cabai merah.
"Kenaikan harga beras pada Januari disebabkan oleh rendahnya panen pada bulan November-Desember 2021 disertai dengan terjadinya hidrometeorologi pada awal tahun 2022," ujarnya. Baca juga: Inflasi Tembus 0,56% di Januari, Kenaikan Harga Terjadi di 85 Kota
Lihat Juga :