Pamit Beli Kebutuhan Dapur di Darat, ABK KM Lambelu Hilang di Laut

Kamis, 03 Februari 2022 - 09:29 WIB
loading...
Pamit Beli Kebutuhan Dapur di Darat, ABK KM Lambelu Hilang di Laut
Seorang Anak Buah Kapal (ABK) KM Lambelu, dilaporkan hilang di laut ketika turun pergi kedarat untuk membeli kebutuhan dapur menggunakan perahu katinting. Foto/MPI/Subhan Sabu
A A A
BOLAANG MONGONDOW - Pamit hendak ke darat untuk membeli kebutuhan dapur, seorang Anak Buah Kapal (ABK) KM Lambelu, Herman Muko dilaporkan hilang di laut. Korban pergi ke daratan menggunakan perahu katinting bersama seorang nelayan, Ibrahim Mahmud, pada Selasa (1/2/2022).

Baca juga: Tanjung Jabung Timur Gempar! 5 Orang Ditemukan Tewas di Lambung Kapal Pengangkut Kopra

Tim Basarnas kemudian menerima laporan tersebut pada Rabu (2/2/2022), dan langusung melaksanakan pencarian korban. Di hari kedua pencarian, tim belum menemukan keberadaan korban. Tim sudah berkoordinasi dengan pemerintah setempat, dan pemilik kapal untuk mempermudah penemuan korban.



"Menurut Kamran Mahmud selaku nahkoda KM Lambelu, kapal melempar jangkar di depan Desa Motolohu, Kecamatan Helumo, berjarak dari kapal ke daratan sekitar 15 mil," kata Kepala Kantor Basarnas (Kakansar) Manado, Suhri Sinaga, Kamis (3/2/2022).

Baca juga: Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Andi Muhammad, Jenderal yang Pernah Pimpin Pasukan Elite TNI AD Cucu Raja Bone

ABK lainnya, Ibrahim Mahmud (45) asal Desa Biniha Timur, Kecamatan Helumo, dan AN Herman (40) asal Desa Tangaga, Kecamatan Bolaang Uki, mengatakan, bahwa korban diperkirakan menuju ke kapal KM Lambelu, pukul 12.00 WITA.

"Akan tetapi sampai tengah malam kami tunggu-tunggu kedua korban belum sampai di kapal, akhirnya kami melaksanakan pencarian mandiri sampai besok harinya, akan tetapi belum menemukan keberadaan korban. Akhirnya kami laporkan ke Basarnas untuk melaksanakan pencarian korban," tuturnya.

Tim SAR gabungan dari Basarnas, BPBD, TNI AL, Babinsa Motolohu, Tagana, dan dibantu masyarakat setempat, terlibat dalam pencarian ini. Mereka terbagi dalam beberapa tim, dan melakukan pencarian dengan menggunakan dua perahu nelayan, satu kapal pajeko dan satu rubber boat.

Baca juga: Diselidiki Polda Jatim, Rektor Universitas Tri Tunggal: Ijazah Bupati Ponorogo Asli

"Pada saat pencarian hari ke dua, tim SAR gabungan mengalami kendala dengan cuaca dan gelombang laut tinggi, akan tetapi semua itu tidak menyurutkan semangat tim SAR gabungan melaksanakan pencarian," ujar Suhri Sinaga.

Tim SAR gabungan juga mengimbau kepada para nelayan setempat, untuk segera melapor dan memberikan pertolongan apabila melihat keberadaan korban. "Di hari ke dua pencarian, tim akan memperluas area pencarian sesuai arah angin yang sebelumnya sudah di tentukan dari posko," pungkas Suhri Sinaga.
(eyt)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.4788 seconds (10.101#12.26)