Tangis Pecah saat Jenazah Windha Karyawan Diskotek Double O Sorong Tiba di Rumah Duka
Selasa, 01 Februari 2022 - 19:44 WIB
loading...
Isak tangis sejumlah keluarga tak terbendung saat jenazah Windha karyawan Diskotek Double O Sorong tiba di rumah duka, keluarga bahkan menangis di samping peti jenazah korban. Foto: iNewsTV/Chanry Andrew Suripatty
A
A
A
SORONG - Isak tangis keluarga tak terbendung kala menyambut kedatangan jenazah, Windha Prihasticha Bastian (29), korban tewas dalam bentrokan maut dan pembakaran yang melibatkan dua kelompok masyakarat perantauan di Kota Sorong , Senin (24/1/2022).
Setelah terindentifikasi oleh Tim DVI Pusdokkes Polri, Windha Prihasticha Bastian (29) karyawan Club Malam Double O yang terpanggang bersama 16 korban lain, akhirnya diambil pihak keluarga untuk dimakamkan.
Baca juga: 12 Jenazah Kerusuhan Maut Sorong Belum Teridentifikasi, Keluarga Korban Datangi RSUD Selebe Solu
Jenazah di bawa ke rumah duka di Kampung Malanu Pasir, Kota Sorong, isak tangis keluarga tak terbendung saat jenazah Icha sapaan akrab Windha Prihasticha Bastian, tiba di rumah duka.
Mereka tak menyangka anaknya meninggal dengan cara yang sangat sadis dalam bentrokan berdarah dua kelompok masyakarat perantauan pada Senin pekan lalu.
Ibunda Icha menyesalkan sikap pimpinan dari kedua kelompok masyakarat perantauan yang bertikai yang tidak ada perhatian terhadap keluarga korban.
Menurut Yanti, ibu korban, kejadian ini seharusnya tidak terjadi jika pihak yang bertikai memiliki hati penuh kasih dan saling menghargai. Dia pun berharap agar kejadian ini merupakan kejadian terakhir dan tidak terulang kembali di Tanah Papua.
Baca juga: Pemakaman Korban Kerusuhan Diskotek Double O Sorong Berlangsung Haru
Selaku ibu kandung dari korban, Yanti berharap penegakan hukum tanpa pandang bulu dan hukuman seberat-beratnya dapat diterapkan kepada para pelaku yang telah merenggut nyawa anak perempuannya yang merupakan anak tertua dari dua bersaudara.
“Semoga hukum ditegakkan dan para pelaku bisa dihukum seberat-beratnya karena peristiwa itu banyak memakan korban,” kata Yanti.
Betrokan berdarah di Kota Sorong Papua Barat antara dua kelompok masyakarat perantauan pecah pada senin 24 januari 2022, sedikitnya 17 orang tak berdosa tewas terbakar dalam club malam yang di bakar massa.
Baca juga: Tak Terima Digerebek saat Berhubungan Seks, Pemuda di Papua Bacok Emak-emak
Tim dvi pusdokkes polri telah mengidentifikasi sebanyak 5 dari 17 jenazah korban.
Polisi juga telah memeriksa 51 orang saksi dimana sebanyak sebelas orang pelaku bentrokan maut termasuk sejumlah provokator telah dimankan
Polisi juga masih mengejar 8 orang DPO yang mana di antara mereka diduga kuat sebagai otak pelaku dan pelaku betrokan maut.
iNewsTV/Chanry Andrew Suripatty
Setelah terindentifikasi oleh Tim DVI Pusdokkes Polri, Windha Prihasticha Bastian (29) karyawan Club Malam Double O yang terpanggang bersama 16 korban lain, akhirnya diambil pihak keluarga untuk dimakamkan.
Baca juga: 12 Jenazah Kerusuhan Maut Sorong Belum Teridentifikasi, Keluarga Korban Datangi RSUD Selebe Solu
Jenazah di bawa ke rumah duka di Kampung Malanu Pasir, Kota Sorong, isak tangis keluarga tak terbendung saat jenazah Icha sapaan akrab Windha Prihasticha Bastian, tiba di rumah duka.
Mereka tak menyangka anaknya meninggal dengan cara yang sangat sadis dalam bentrokan berdarah dua kelompok masyakarat perantauan pada Senin pekan lalu.
Ibunda Icha menyesalkan sikap pimpinan dari kedua kelompok masyakarat perantauan yang bertikai yang tidak ada perhatian terhadap keluarga korban.
Menurut Yanti, ibu korban, kejadian ini seharusnya tidak terjadi jika pihak yang bertikai memiliki hati penuh kasih dan saling menghargai. Dia pun berharap agar kejadian ini merupakan kejadian terakhir dan tidak terulang kembali di Tanah Papua.
Baca juga: Pemakaman Korban Kerusuhan Diskotek Double O Sorong Berlangsung Haru
Selaku ibu kandung dari korban, Yanti berharap penegakan hukum tanpa pandang bulu dan hukuman seberat-beratnya dapat diterapkan kepada para pelaku yang telah merenggut nyawa anak perempuannya yang merupakan anak tertua dari dua bersaudara.
“Semoga hukum ditegakkan dan para pelaku bisa dihukum seberat-beratnya karena peristiwa itu banyak memakan korban,” kata Yanti.
Betrokan berdarah di Kota Sorong Papua Barat antara dua kelompok masyakarat perantauan pecah pada senin 24 januari 2022, sedikitnya 17 orang tak berdosa tewas terbakar dalam club malam yang di bakar massa.
Baca juga: Tak Terima Digerebek saat Berhubungan Seks, Pemuda di Papua Bacok Emak-emak
Tim dvi pusdokkes polri telah mengidentifikasi sebanyak 5 dari 17 jenazah korban.
Polisi juga telah memeriksa 51 orang saksi dimana sebanyak sebelas orang pelaku bentrokan maut termasuk sejumlah provokator telah dimankan
Polisi juga masih mengejar 8 orang DPO yang mana di antara mereka diduga kuat sebagai otak pelaku dan pelaku betrokan maut.
iNewsTV/Chanry Andrew Suripatty
(nic)
Lihat Juga :