Gerakan Percepatan Tanam Padi, Antipasi Krisis Pangan Pasca Pandemi
Jum'at, 12 Juni 2020 - 08:47 WIB
loading...
A
A
A
"Saat ini, 17% dari ketersediaan beras nasional merupakan kontribusi dari Jawa Timur. Bahkan 16 provinsi di Indonesia memiliki prosetasi signifikan kebutuhan beras dari Jawa Timur, terutama Indonesia bagian timur," kata Hadi.
Meski pun tidak ada varietas khusus yang dipersiapkan untuk gerakan ini, Hadi mengakui beberapa kendala diprediksi akan menghambat, terutama masalah hama.
"Gerakan percepatan penanaman padi ini bertepatan dengan musim kemarau basah, potensi hama tikus akan menjadi musuh utama di antara hama lainya," kata Hadi.
Saat ini, pada semester pertama (Januari-Juni) lahan panen di jawa timur seluas 1,2 juta ha yang menghasilkan 6.3 juta ton Gabah Kering Giling (GKG).
Sedangkan Kabupaten Ngawi merupakan penyetok gabah kedua tertinggi setelah Lumajang di Jawa Tmur, dengan kebutuhan konsumsi bagi masyarakatnya hanya 10%. Selebihnya untuk komoditas luar daerah.
Meski pun tidak ada varietas khusus yang dipersiapkan untuk gerakan ini, Hadi mengakui beberapa kendala diprediksi akan menghambat, terutama masalah hama.
"Gerakan percepatan penanaman padi ini bertepatan dengan musim kemarau basah, potensi hama tikus akan menjadi musuh utama di antara hama lainya," kata Hadi.
Saat ini, pada semester pertama (Januari-Juni) lahan panen di jawa timur seluas 1,2 juta ha yang menghasilkan 6.3 juta ton Gabah Kering Giling (GKG).
Sedangkan Kabupaten Ngawi merupakan penyetok gabah kedua tertinggi setelah Lumajang di Jawa Tmur, dengan kebutuhan konsumsi bagi masyarakatnya hanya 10%. Selebihnya untuk komoditas luar daerah.
(nth)
Lihat Juga :