Jelang Imlek Penjual Burung Pipit di Takalar Banjir Pesanan
Sabtu, 29 Januari 2022 - 12:09 WIB
loading...
A
A
A
''Sekarang mendekati imlek sudah banyak pesanan dari Makassar, kalo hari hari biasa di sekitaran Takalar saya jualnya, tapi kalo di hari Raya begini saya Ke Makassar jualnya,'' tutur Hasim
''Itu stok burung pipitnya biasa sampai habis 1000 ekor kalo saya bawa ke Kelenteng di Makassar,'' sambungnya.
Selain dijajakan di kelenteng yang ada di kota Makassar, ternyata burung pipit Pak Hasim juga dibawah ke rumah-rumah etnis Tionghoa yang sedang merayakan selamatan. ''Ada juga itu pak, kadang saya bawa ke rumah rumah itu laku sampai 100 ekor burung pipit,'' katanya.
Untung dari penghasilan yang diperoleh dibandingkan hari hari biasa dengan hari raya Imlek ternyata meningkat derastis hingga 60%.
''Lumayan untungnya kalau di hari raya begini, tapi kalau di hari hari biasa yah Alhamdulillah cukuplah untuk makan di hari hari biasa," kata dia.Pak Hasim mengaku, selama 20 tahun dirinya berjualan burung pipit untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarganya. "Lumayan pak, selama 20 tahun saya menjual burung ini Alhamdulillah sudah menghidupi keluarga sampai bisa cicil motor juga,'' pungkasnya.
Burung pipit merupakan burung berbadan kecil yang biasanya ditemukan di lahan persawahan yang masyarakat sekitar Kabupaten Takalar menganggapnya sebagai hama padi.
Selain burung pipit yang menjadi primadona masyarakat tionghoa dalam perayaan Tahun Baru Imlek untuk dilepaskan, juga ada burung pleci, kenari, dan beberapa jenis burung kecil lainnya.
''Itu stok burung pipitnya biasa sampai habis 1000 ekor kalo saya bawa ke Kelenteng di Makassar,'' sambungnya.
Selain dijajakan di kelenteng yang ada di kota Makassar, ternyata burung pipit Pak Hasim juga dibawah ke rumah-rumah etnis Tionghoa yang sedang merayakan selamatan. ''Ada juga itu pak, kadang saya bawa ke rumah rumah itu laku sampai 100 ekor burung pipit,'' katanya.
Untung dari penghasilan yang diperoleh dibandingkan hari hari biasa dengan hari raya Imlek ternyata meningkat derastis hingga 60%.
''Lumayan untungnya kalau di hari raya begini, tapi kalau di hari hari biasa yah Alhamdulillah cukuplah untuk makan di hari hari biasa," kata dia.Pak Hasim mengaku, selama 20 tahun dirinya berjualan burung pipit untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarganya. "Lumayan pak, selama 20 tahun saya menjual burung ini Alhamdulillah sudah menghidupi keluarga sampai bisa cicil motor juga,'' pungkasnya.
Burung pipit merupakan burung berbadan kecil yang biasanya ditemukan di lahan persawahan yang masyarakat sekitar Kabupaten Takalar menganggapnya sebagai hama padi.
Selain burung pipit yang menjadi primadona masyarakat tionghoa dalam perayaan Tahun Baru Imlek untuk dilepaskan, juga ada burung pleci, kenari, dan beberapa jenis burung kecil lainnya.
(agn)
Lihat Juga :