Sulsel Segera Terapkan Trisula Tekan Penyebaran COVID-19
Jum'at, 12 Juni 2020 - 07:32 WIB
loading...
A
A
A
"Tentu akan diberikan bekal training terkait dengan mekanisme tracking. Selama ini juga tenaga tracking sudah bekerja, untuk meningkatkan kapasitas tracking, maka rencananya akan di lakukan penambahan tenaga segera," tambahnya.
Setelah massive tracking, maka akan ditindaklanjuti melalui intensive testing. Pemeriksaan awal menggunakan rapid test. Setelah itu jika ada yang reaktif akan di isolasi terpusat di Makassar, setelah itu di lanjutkan dengan swab test/PCR.
Seluruh fasilitas kesehatan untuk menunjanh program ini telah disiapkan Pemprov Sulsel. Termasuk beberapa lab untuk pemeriksaan PCR dinilai cukup, kapasitasnya bisa sampai 800-1.000 pemeriksaan spesimen swab.
"Massive testing itu merupakan follow up dari tracking. Jadi kapasitas lab yang tersedia khusus di Makassar masih cukup untuk melakukan pemeriksaan sampai kapasitasnya 800-1.000 sampel per hari," papar dia.
Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin ini menambahkan, program trisula melalui massive tracking hingga aggressife testing akan difokuskan pada 4 wilayah, yakni Kota Makassar, Gowa, Maros, dan Luwu Timur.
"Jadi program reguler tracking dan testing serta edukasi ini sudah berjalan. Hanya daya tekannya terhadap laju insidensi masih terbatas. Jadi akan dilaksanakan secara aggressife testing, massive tracking dan edukasi covid di wilayah Makassar, Lutim, Gowa dan Maros," urai dia.
Setelah massive tracking, maka akan ditindaklanjuti melalui intensive testing. Pemeriksaan awal menggunakan rapid test. Setelah itu jika ada yang reaktif akan di isolasi terpusat di Makassar, setelah itu di lanjutkan dengan swab test/PCR.
Seluruh fasilitas kesehatan untuk menunjanh program ini telah disiapkan Pemprov Sulsel. Termasuk beberapa lab untuk pemeriksaan PCR dinilai cukup, kapasitasnya bisa sampai 800-1.000 pemeriksaan spesimen swab.
"Massive testing itu merupakan follow up dari tracking. Jadi kapasitas lab yang tersedia khusus di Makassar masih cukup untuk melakukan pemeriksaan sampai kapasitasnya 800-1.000 sampel per hari," papar dia.
Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin ini menambahkan, program trisula melalui massive tracking hingga aggressife testing akan difokuskan pada 4 wilayah, yakni Kota Makassar, Gowa, Maros, dan Luwu Timur.
"Jadi program reguler tracking dan testing serta edukasi ini sudah berjalan. Hanya daya tekannya terhadap laju insidensi masih terbatas. Jadi akan dilaksanakan secara aggressife testing, massive tracking dan edukasi covid di wilayah Makassar, Lutim, Gowa dan Maros," urai dia.
Lihat Juga :