Sulsel Segera Terapkan Trisula Tekan Penyebaran COVID-19
Jum'at, 12 Juni 2020 - 07:32 WIB
loading...
Trisula atau tiga upaya pengendalian COVID-19 Sulsel, yakni massive tracking, intensive testing dan public health education. Foto : SINDOnews/Ilustrasi
A
A
A
MAKASSAR - Pertumbuhan kasus baru terkonfirmasi positif COVID-19 di Sulsel mengalami peningkatan yang signifikan. Sejumlah langkah taktis pun bakal segera ditempuh Pemerintah Provinsi Sulsel guna mengendalikan penularan virus tersebut.
Baca : Ada 141 Kasus Baru, Total Positif Covid-19 di Sulsel Dekati Jabar
Ketua Tim Konsultan Gugus Tugas Covid-19 Sulsel, Prof Ridwan Amiruddin mengungkapkan, strategi menurunkan kurva epidemi COVID-19 akan dilakukan dengan menerapkan beberapa program. Program yang kemudian diistilahkan trisula atau tiga upaya pengendalian COVID-19 Sulsel, yakni massive tracking, intensive testing dan public health education.
"Kalau bisa dilaksanakan ini semua, maka itu bisa memberikan daya tekan terhadap kurva 70-90%," sebut Ridwan. Lanjut dia, upaya tracking masif sendiri merupakan tindakan untuk mencari orang yang berpotensi menjadi sumber penularan, agar bisa segera ditangani.
Untuk tracking masif di Sulsel, ada target yang harus dipenuhi, yaitu sekitar 3.500 per 1 juta populasi. Lanjut Ridwan, tracking itu berbasis kontak erat, kemudian ditelusuri ke kontak masing masing sekitar 5-10 kontak eratnya selama 1 minggu terakhir.
Baca Juga : Waspada Kemunculan Klaster Baru COVID-19 di Sulsel
Baca : Ada 141 Kasus Baru, Total Positif Covid-19 di Sulsel Dekati Jabar
Ketua Tim Konsultan Gugus Tugas Covid-19 Sulsel, Prof Ridwan Amiruddin mengungkapkan, strategi menurunkan kurva epidemi COVID-19 akan dilakukan dengan menerapkan beberapa program. Program yang kemudian diistilahkan trisula atau tiga upaya pengendalian COVID-19 Sulsel, yakni massive tracking, intensive testing dan public health education.
"Kalau bisa dilaksanakan ini semua, maka itu bisa memberikan daya tekan terhadap kurva 70-90%," sebut Ridwan. Lanjut dia, upaya tracking masif sendiri merupakan tindakan untuk mencari orang yang berpotensi menjadi sumber penularan, agar bisa segera ditangani.
Untuk tracking masif di Sulsel, ada target yang harus dipenuhi, yaitu sekitar 3.500 per 1 juta populasi. Lanjut Ridwan, tracking itu berbasis kontak erat, kemudian ditelusuri ke kontak masing masing sekitar 5-10 kontak eratnya selama 1 minggu terakhir.
Baca Juga : Waspada Kemunculan Klaster Baru COVID-19 di Sulsel
Lihat Juga :