12 Ribu Ekor Ayam di Blitar Mati Terpanggang, Polisi Lakukan Penyelidikan
Jum'at, 28 Januari 2022 - 19:38 WIB
loading...
Polres Blitar Kota menyelidiki penyebab kebakaran yang meludeskan belasan ribu ekor ayam petelur di Desa Ringinanom, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar. Foto/iNews TV/Robby Ridwan
A
A
A
BLITAR - Sebanyak 12 ribu ekor ayam petelur hangus terbakar dalam kandang di Desa Ringinanom, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar. Tim penyidik Polres Blitar Kota, bergerak cepat menyelidiki penyebab kebakaran tersebut.
Baca juga: Kompor Meledak, 6 Kios Pedagang di Pasar Rebo Ludes Terbakar
Dugaan awal api berasal dari pemanas Days Old Chicken (DOC) atau bibit ayam yang jatuh dan mengenai sekam serta kain terpal. Pemanas DOC tersebut menggunakan bahan bakar tabung elpiji. "Keterangan pemilik ada belasan ribu ekor ayam yang mati terbakar," ujar Kapolres Blitar Kota, AKBP Argowiyono, Jumat (28/1/2022).
Dari keterangan pemilik ternak, jumlah ayam yang tewas terpanggang sebanyak 12 ribu ekor. Pemilik ayam yang mati terpanggang tersebut adalah Ardi Suseno. Yang bersangkutan bertempat tinggal di Kelurahan Pakunden, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar.
Baca juga: 3 Prajuritnya Gugur Ditembak KKB, Panglima TNI Jenderal Andika Sebut Sudah Kantongi Nama Pelaku
Berdasarkan keterangan saksi di lapangan, kepulan asap diiringi kobaran api itu mula-mula muncul di bagian bawah kandang. Kandang ayam terdiri dari dua lantai dengan bagian atas untuk DOC dan bawah ayam dewasa.
Pemanas yang berada di atas tersebut diduga jatuh dan mengenai sekam serta kain terpal. Dalam sekejap api berkobar sekaligus merembet ke mana-mana. Saat insiden terjadi listrik dalam keadaan menyala.
Besarnya kobaran api membuat para karyawan kandang tidak sempat lagi menyelamatkan ternak ayam. Saat petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi, api sudah menghanguskan seisi kandang.
Baca juga: Viral! Bule Cantik Australia Dinikahi Pria Sidoarjo
Sebanyak 12 ribu ekor ayam tidak terselamatkan. Kendati demikian petugas akhirnya berhasil menjinakkan kobaran api meskipun sebagian besar bangunan kandang tinggal puing-puing.
Menurut Argowiyono, saat ini pihaknya masih terus melakukan penyelidikan, terutama terkait penyebab kebakaran. "Dalam peristiwa ini pemilik ternak mengaku menderita kerugian sekitar Rp400 juta. Saat ini kita masih melakukan penyelidikan," pungkas Argowiyono.
Baca juga: Kompor Meledak, 6 Kios Pedagang di Pasar Rebo Ludes Terbakar
Dugaan awal api berasal dari pemanas Days Old Chicken (DOC) atau bibit ayam yang jatuh dan mengenai sekam serta kain terpal. Pemanas DOC tersebut menggunakan bahan bakar tabung elpiji. "Keterangan pemilik ada belasan ribu ekor ayam yang mati terbakar," ujar Kapolres Blitar Kota, AKBP Argowiyono, Jumat (28/1/2022).
Dari keterangan pemilik ternak, jumlah ayam yang tewas terpanggang sebanyak 12 ribu ekor. Pemilik ayam yang mati terpanggang tersebut adalah Ardi Suseno. Yang bersangkutan bertempat tinggal di Kelurahan Pakunden, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar.
Baca juga: 3 Prajuritnya Gugur Ditembak KKB, Panglima TNI Jenderal Andika Sebut Sudah Kantongi Nama Pelaku
Berdasarkan keterangan saksi di lapangan, kepulan asap diiringi kobaran api itu mula-mula muncul di bagian bawah kandang. Kandang ayam terdiri dari dua lantai dengan bagian atas untuk DOC dan bawah ayam dewasa.
Pemanas yang berada di atas tersebut diduga jatuh dan mengenai sekam serta kain terpal. Dalam sekejap api berkobar sekaligus merembet ke mana-mana. Saat insiden terjadi listrik dalam keadaan menyala.
Besarnya kobaran api membuat para karyawan kandang tidak sempat lagi menyelamatkan ternak ayam. Saat petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi, api sudah menghanguskan seisi kandang.
Baca juga: Viral! Bule Cantik Australia Dinikahi Pria Sidoarjo
Sebanyak 12 ribu ekor ayam tidak terselamatkan. Kendati demikian petugas akhirnya berhasil menjinakkan kobaran api meskipun sebagian besar bangunan kandang tinggal puing-puing.
Menurut Argowiyono, saat ini pihaknya masih terus melakukan penyelidikan, terutama terkait penyebab kebakaran. "Dalam peristiwa ini pemilik ternak mengaku menderita kerugian sekitar Rp400 juta. Saat ini kita masih melakukan penyelidikan," pungkas Argowiyono.
(eyt)
Lihat Juga :