2 Jamaah Umrah Positif Covid Ditolak Karantina di Wisma Atlet
Kamis, 27 Januari 2022 - 06:29 WIB
loading...
A
A
A
Saat ini, kata dia, keduanya dirujuk ke RSPI Soelianti Saroso, Jakarta Utara. ”Kalau gak salah ke RSPI atau dimana nanti belom saya lihat lagi. Tapi, alasan pertamanya itu untuk keamaan kedua pasien yang terpapar Covid-19,” tuturnya. Baca juga: Tercatat 100 Jamaah Umrah Indonesia Terkonfirmasi Positif Covid-19
SM dikabarkan akan dirujuk ke Wisma Atlet, Jakarta. Namun dia ditolak lantaran memiliki penyakit kanker ganas. Apalagi, SM baru saja balik umrah dari Arab Saudi dan diketahui terkonfirmasi Covid-19.
”Jujur keadaanku orang yang sakit kanker selalu berobat setiap bulan pengobatan selama 5 tahun. Masih satu tahun aku harus minum obat kemo, setiap bulan aku harus ke rumah sakit untuk ambil obat, kadang ada USG, Thorax dan sebagainya,” kata SM.
Walau satu payudaranya sudah diambil, tapi SM mempunyai tekad ingin menjalankan ibadah umrah dengan mengumpulkan uang sedikit demi sedikit selama tiga tahun. Bahkan, dia mendapatkan rekomendasi dari dokter.
SM dikabarkan akan dirujuk ke hotel lain dengan biaya sebesar Rp12 juta. Dengan begitu, ia meminta kepada pemerintah agar dapat memberikan fasilitas gratis kepada dirinya.”Jamaah seperti saya ini, orang prihatin, gimana ibadah saja kok rasanya bisa menangis ya Allah. Mbok regulasinya tolong diubah,” tutupnya.
SM dikabarkan akan dirujuk ke Wisma Atlet, Jakarta. Namun dia ditolak lantaran memiliki penyakit kanker ganas. Apalagi, SM baru saja balik umrah dari Arab Saudi dan diketahui terkonfirmasi Covid-19.
”Jujur keadaanku orang yang sakit kanker selalu berobat setiap bulan pengobatan selama 5 tahun. Masih satu tahun aku harus minum obat kemo, setiap bulan aku harus ke rumah sakit untuk ambil obat, kadang ada USG, Thorax dan sebagainya,” kata SM.
Walau satu payudaranya sudah diambil, tapi SM mempunyai tekad ingin menjalankan ibadah umrah dengan mengumpulkan uang sedikit demi sedikit selama tiga tahun. Bahkan, dia mendapatkan rekomendasi dari dokter.
SM dikabarkan akan dirujuk ke hotel lain dengan biaya sebesar Rp12 juta. Dengan begitu, ia meminta kepada pemerintah agar dapat memberikan fasilitas gratis kepada dirinya.”Jamaah seperti saya ini, orang prihatin, gimana ibadah saja kok rasanya bisa menangis ya Allah. Mbok regulasinya tolong diubah,” tutupnya.
(ams)
Lihat Juga :