Nyalakan Tanda Bahaya, Pasien COVID-19 Omicron di Kota Malang Terus Bertambah
Senin, 24 Januari 2022 - 10:48 WIB
loading...
A
A
A
Husnul menambahkan, dua pasien positif COVID-19 varian Omicron ini, terdeteksi setelah ditemukan kontak erat dengan pasien lainnya. Tetapi Husnul tak menjelaskan pasien mana yang dimaksud.
Ia juga menegaskan, kedua pasien tersebut tidak ada kaitannya dengan satu pasien yang sempat melakukan karantina mandiri di rumah Jalan Borobudur, Kota Malang. "Dia kontak erat, pokok dua itu, (sekarang) isolasi mandiri. Tidak ada (kaitannya dengan kasus Omicron di Jalan Borobudur)," ucapnya.
Kini Dinas Kesehatan Kota Malang, masih melakukan pengawasan kepada dua pasien Omicron yang tengah berada di rumah masing-masing. Keduanya dinyatakan tak mengalami gejala. "Karena tidak ada gejala yaitu meningkatkan imunitas, asupan yang cukup, dan istirahat yang cukup," tuturnya.
Baca juga: Mencekam! Tak Dilayani di Puskesmas, Puluhan Keluarga Korban Kecelakaan Mengamuk
Dari kedua pasien tersebut, pihaknya juga telah melakukan pelacakan atau tracing kepada 26 orang yang memiliki riwayat kontak erat dengan keduanya. "Ada 12 untuk satu, yang satu 14 semuanya negatif," ungkap dia.
Wali Kota Malang, Sutiaji mengungkapkan, kendati ada tren kenaikan kasus COVID-19 di Kota Malang, namun okupansi rumah sakit masih terpantau landai. Mengingat para pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19, mayoritas menjalani karantina mandiri di rumahnya masing-masing.
Ia juga menegaskan, kedua pasien tersebut tidak ada kaitannya dengan satu pasien yang sempat melakukan karantina mandiri di rumah Jalan Borobudur, Kota Malang. "Dia kontak erat, pokok dua itu, (sekarang) isolasi mandiri. Tidak ada (kaitannya dengan kasus Omicron di Jalan Borobudur)," ucapnya.
Kini Dinas Kesehatan Kota Malang, masih melakukan pengawasan kepada dua pasien Omicron yang tengah berada di rumah masing-masing. Keduanya dinyatakan tak mengalami gejala. "Karena tidak ada gejala yaitu meningkatkan imunitas, asupan yang cukup, dan istirahat yang cukup," tuturnya.
Baca juga: Mencekam! Tak Dilayani di Puskesmas, Puluhan Keluarga Korban Kecelakaan Mengamuk
Dari kedua pasien tersebut, pihaknya juga telah melakukan pelacakan atau tracing kepada 26 orang yang memiliki riwayat kontak erat dengan keduanya. "Ada 12 untuk satu, yang satu 14 semuanya negatif," ungkap dia.
Wali Kota Malang, Sutiaji mengungkapkan, kendati ada tren kenaikan kasus COVID-19 di Kota Malang, namun okupansi rumah sakit masih terpantau landai. Mengingat para pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19, mayoritas menjalani karantina mandiri di rumahnya masing-masing.
Lihat Juga :