Ini Kisah Tentara AS tentang Dahsyatnya Ledakan Rudal Iran

Kamis, 23 April 2020 - 15:54 WIB
loading...
Ini Kisah Tentara AS...
Para tentara Amerika Serikat melihat dampak serangan rudal balistik Iran yang menghancurkan Pangkalan Udara Al Asad, Irak. Foto/US Army/Derek Mustard
A A A
WASHINGTON - Letnan Kolonel Staci Coleman ingat betul dampak dari serangan rudal pertama Iran yang menghantam Pangkalan Udara Al Asad, Irak, pada malam 7 Januari 2020.

"Gelombang ledakan bisa dirasakan di sekujur tubuh," katanya. Kesaksian Coleman ini bagian dari beberapa kesaksian tentara Amerika Serikat (AS) tentang dahsyatnya rentetan serangan rudal Teheran beberapa bulan lalu. Kesaksian mereka resmi dirilis Komando Angkatan Udara Amerika beberapa hari lalu.

Seperti tentara lain yang berjongkok di pangkalan, Coleman ingat bahwa dia memikirkan keluarganya dan menghubungi mereka hanya untuk mengatakan; "Aku mencintaimu." Ucapan itu dia sampaikan tak lama setelah diperingatkan tentang serangan misil Teheran segera tiba.

Sesaat setelah Coleman menghubungi keluarganya, belasan rudal balistik Iran menghujani Pangkalan Udara Al Asad, tempat pasukan AS dan Irak berlatih bersama. Coleman, komandan Skuadron Ekspedisi Udara ke-443, adalah salah satu dari 24 penerbang AS yang laporan kesaksiannya dirangkum Komando Angkatan Udara AS.

Laporan kesaksian itu termasuk mereka yang ditempatkan di Pangkalan Udara Erbil, Camp Taji dan Camp Manion, yang semuanya terkena dampak ledakan misil-misil balistik Iran. Serangan Teheran itu sebagai pembalasan atas serangan pesawat tak berawak 3 Januari yang menewaskan komandan Pasukan Quds Iran, Mayor Jenderal Qasem Soleimani.

Laporan awal menunjukkan tidak ada orang Amerika yang terluka dalam serangan itu. Namun, Pentagon berulang kali mengubah pernyataannya mengenai korban cedera, kemudian membenarkan bahwa banyak pasukan Amerika mengalami gejala seperti gegar otak.

Menurut data Pentagon, total ada 110 tentara Amerika yang menderita cedera otak traumatis ringan. Pekan lalu, juru bicara Departemen Pertahanan AS Letkol Thomas Campbell mengatakan kepada Military.com bahwa jumlahnya tidak bertambah.

Menurutnya, mayoritas tentara yang terkena dampak—sekitar 70 persen—telah kembali bertugas di Irak pada 21 Februari. Itu termasuk beberapa tentara yang diangkut ke Jerman untuk evaluasi dan perawatan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Imigrasi Tangkap Warga...
Imigrasi Tangkap Warga Negara Amerika Serikat Buronan Kasus Pembunuhan di South Carolina
Menguak Tabir Hubungan...
Menguak Tabir Hubungan Rahasia Kerajaan Nusantara dan Kesultanan Persia: Diplomasi Rempah yang Mengubah Wajah Indonesia!
Timur Tengah Memanas,...
Timur Tengah Memanas, Imigrasi Jaksel Gencarkan Pengawasan Orang Asing
Warga Negara Amerika...
Warga Negara Amerika Pelaku Pembunuhan dalam Koper Dideportasi
Kisah Gumbreg, Pasukan...
Kisah Gumbreg, Pasukan Barisan Berani Mati Bung Tomo yang Tembak Pesawat Tempur di Perang November 1945
Sosok Mpu Nambi, Mahapatih...
Sosok Mpu Nambi, Mahapatih Pertama Kerajaan Majapahit yang Jago Siasat Perang
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Piala Dunia 2026: Saat...
Piala Dunia 2026: Saat Sepak Bola Jadi Mesin Uang FIFA
Rekomendasi
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
Jadwal Final PRO Futsal...
Jadwal Final PRO Futsal League 2025/26, Cosmo JNE vs Bintang Timur Surabaya Live Streaming di VISION+
Comeback Dramatis, Korea...
Comeback Dramatis, Korea Selatan Tekuk Republik Ceko 2-1
Berita Terkini
Bersitegang dengan Aparat,...
Bersitegang dengan Aparat, Massa BEM UI Tertahan di Semanggi saat Menuju Bundaran HI
Menuju Tata Kelola Pesisir...
Menuju Tata Kelola Pesisir Terintegrasi, Pemerintah Dorong Mangrove sebagai Solusi Berbasis Alam
Kasus Bocah 6 Tahun...
Kasus Bocah 6 Tahun Dibully dan Disetrum ke Tiang Listrik hingga Koma, Cuma 1 Pelaku Ditahan Polisi
Polda Metro Jaya Kawal...
Polda Metro Jaya Kawal Demo Mahasiswa di Jakarta, Aparat Tak Bawa Senpi
Mahasiswa Bakal Demo...
Mahasiswa Bakal Demo di 3 Titik Jakarta, Rekayasa Lalin Diberlakukan Situasional
Latja di Polres Malang,...
Latja di Polres Malang, Taruna Akpol Didorong Pahami Implementasi Program Presisi
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved