Apjati-Kemendes Berdayakan Sektor Pekerja Migran Atasi Pengangguran
Kamis, 11 Juni 2020 - 15:26 WIB
loading...
A
A
A
Terkait hal itu, Wemendes juga memberikan masukan kepada Apjati bahwa modernisasi tata kelola penempatan PMI harus berbasis IT. Hal ini harus diperhatikan karena kalau tidak Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) akan kalah bersaing dengan negara lain dari sisi kualitas, kompetensi, kecepatan dan kepastian penempatan.
Dalam pertemuan itu, Wamendes juga menegaskan kembali tentang banyaknya pengangguran paska pandemi Covid-19 ini. Wamendes menegaskan menjadi tugas semua pihak baik swasta maupun pemerintah untuk bisa tetap bersinergi menciptakan lapangan pekerjaan berbasis di pedesaan.
"Negara akan kuat apabila masyarakatnya mendapat kesempatan kerja baik di dalam atau di luar negeri. Selain devisa yang masuk dari kiriman remitansinya, para PMI ini nantinya juga bisa menstranfer ilmu yang didapatkan dari negara penempatan selama mereka bekerja. Untuk itu, sudah saatnya pemerintah mendorong swata untuk membuat terebosan-terobosan," ujarnya.
Menanggapi permintaan Wamendes, Ketum Apjati bersama sekjen Apjati sepakat untuk bekerja sama dengan Kemendes dalam penyiapan PMI berkompetensi dari pedesaan. Kepada Wamendes, Ayub minta agar pihaknya melalui aparat desa mendata semua warganya yang ingin bekerja keluar negeri lewat program 1 juta PMI yang berkompetensi dan siap bekerja keluar negeri.
Menjawab permintaan Ketum Apjati, Wamendes mengatakan akan segera menyelaraskan program 1 juta PMI berkompetensi kepada seluruh aparat desa agar bisa bersama-sama dengan dinas tenaga kerja, BP2MI dan Apjati.
Dalam pertemuan itu, Wamendes juga menegaskan kembali tentang banyaknya pengangguran paska pandemi Covid-19 ini. Wamendes menegaskan menjadi tugas semua pihak baik swasta maupun pemerintah untuk bisa tetap bersinergi menciptakan lapangan pekerjaan berbasis di pedesaan.
"Negara akan kuat apabila masyarakatnya mendapat kesempatan kerja baik di dalam atau di luar negeri. Selain devisa yang masuk dari kiriman remitansinya, para PMI ini nantinya juga bisa menstranfer ilmu yang didapatkan dari negara penempatan selama mereka bekerja. Untuk itu, sudah saatnya pemerintah mendorong swata untuk membuat terebosan-terobosan," ujarnya.
Menanggapi permintaan Wamendes, Ketum Apjati bersama sekjen Apjati sepakat untuk bekerja sama dengan Kemendes dalam penyiapan PMI berkompetensi dari pedesaan. Kepada Wamendes, Ayub minta agar pihaknya melalui aparat desa mendata semua warganya yang ingin bekerja keluar negeri lewat program 1 juta PMI yang berkompetensi dan siap bekerja keluar negeri.
Menjawab permintaan Ketum Apjati, Wamendes mengatakan akan segera menyelaraskan program 1 juta PMI berkompetensi kepada seluruh aparat desa agar bisa bersama-sama dengan dinas tenaga kerja, BP2MI dan Apjati.
(don)