4,25 Juta Penduduk Jatim Masuk Kategori Orang Miskin

Selasa, 18 Januari 2022 - 11:02 WIB
loading...
4,25 Juta Penduduk Jatim Masuk Kategori Orang Miskin
Data BPS menyebutkan penduduk Jatim yang masuk kategori miskin sebanyak 4,25 juta orang.Foto/ilustrasi
A A A
SURABAYA - Jumlah penduduk miskin di Jawa Timur pada September 2021 mencapai 4,25 juta orang. Dibanding Maret 2021, jumlah penduduk miskin tersebut turun 0,313 juta orang. Sementara jika dibanding September 2020, jumlah penduduk miskin turun sebanyak 0,326 juta orang.

Persentase penduduk miskin pada September 2021 tercatat sebesar 10,59 persen, menurun 0,87 persen dibanding September 2020 dan turun 0,81 persen dibanding Maret 2021. Berdasarkan daerah tempat tinggal, pada periode Maret 2021-September 2021, jumlah penduduk miskin perkotaan turun 71.300 orang.

Baca juga: Pamekasan Jadi Satu-Satunya Daerah PPKM Level 3 di Jawa Bali

Sedangkan di perdesaan turun sebesar 241.800 orang. Persentase kemiskinan di perkotaan turun dari 8,38 persen menjadi 7,99 persen. "Sementara di perdesaan turun dari 15,05 persen menjadi 13,79 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, Dadang Hardiwan dalam rilisnya, Selasa (18/1/2022).

Secara umum, pada periode September 2011-September 2021, tingkat kemiskinan di Jatim mengalami penurunan, perkecualian pada September 2013, Maret 2015, Maret 2020, dan September 2020. Kenaikan persentase penduduk miskin pada periode September 2013 dan Maret 2015 dipicu kenaikan harga barang kebutuhan pokok akibat dari kenaikan harga bahan bakar minyak.

"Sementara itu, kenaikan persentase penduduk miskin pada periode Maret 2020 dan September 2020 akibat pandemi COVID-19," imbuh Dadang.

Beberapa faktor yang berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan selama periode Maret 2021-September 2021 antara lain adalah daya beli petani yang cukup baik. Pada sektor pertanian meskipun pertumbuhan produksi padi September terhadap Maret 2021 turun sebesar 77,10 persen. Namun dari sisi Nilai Tukar tPetani (NTP) September 2021 lebih tinggi (100,58) dibandingkan Maret 2021 (99,19).



Baca juga: Malapetaka Asal Usul Trowulan Jadi Ibu Kota Kerajaan Majapahit

Kemudian perbaikan kualitas tenaga kerja. Meskipun TPT meningkat dari 5,17 persen pada Februari 2021 menjadi 5,74 persen pada Agustus 2021, namun terjadi penurunan tingkat setengah pengangguran di Jatim dari 8,54 persen (Februari 2021) menjadi 7,47 persen (Agustus 2021).

Disisi lain, pertumbuhan ekonomi Jatim juga membaik. Ekonomi Jatim hingga triwulan Ill 2021 meningkat sebesar 3,20 persen. Kemudian terjadi penurunan lndeks Harga Konsumen (IHK) atau inflasi sebesar 0,11 persen. Yaitu dari 106,96 pada bu Ian Agustus 2021 menjadi 105,96 pada bulan September 2021. Sedangkan tingkat inflasi Maret 2021 terhadap September 2021 sebesar 0,56 persen.
(msd)
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2317 seconds (10.101#12.26)