Pekan Budaya Tana Luwu, Momen Tepat Tanamkan Budaya dan Karakter Lokal
Senin, 17 Januari 2022 - 19:58 WIB
loading...
Sejumlah kepala daerah di Tana Luwu tampak hadir pada pembukaan Pekan Budaya Tana Luwu, Senin (17/1/2022). Foto: SINDOnews/Chaeruddin
A
A
A
PALOPO - Pekan Budaya Tana Luwu jadi momen yang tepat dalam menanamkan dan memperkental budaya dan karakter lokal. Nilai budaya yang sejalan dengan agama penting ditanamkan, menghadapi gencarnya budaya asing yang masuk ke Indonesia.
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulsel, Prof Muhammad Jufri, mewakili Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman dalam pembukaan Pekan Budaya Tana Luwu, Senin (17/1/2022) siang.
Baca juga:Polres Palopo Kembali Intens Razia Kafe dan Rumah Makan
"Mengembangkan budaya dan kearifan lokal akan memberikan dampak positif bagi masyarakat," ucap Prof Muhammad Jufri.
"Karena dengan menerapkan budaya, saya yakin kita akan menjadi bangsa yang besar, dan negara yang memiliki budaya yang kuat dapat menyejahterakan rakyatnya, meminimalkan tindakan kriminalitas, dan memperkokoh nilai sosial," sambungnya.
Menurutnya, kebudayaan dari waktu ke waktu mengalami pergeseran nilai-nilai yang melahirkan gagasan baru. Oleh karena itu, perkembangan kebudayaan perlu diarahkan agar tetap berakar pada jati diri dan karakteristik lokal, sementara hasil kebudayaan masa lampau tetap terpelihara dan lestari yang mengandung nllai-nilai luhur yang tinggi.
"Di Sulawesi Selatan secara umum permasalahan dalam budaya yang kita hadapi saat ini yaitu bagaimana cara masyarakat Sulawesi Selatan itu sendiri dapat memajukan dan melestarikan budaya," katanya.
"Transformasi bentuk budaya adalah kehadiran globalisasi pada era ini, tidak dapat dihindari, untuk itu dengan banyaknya warisan budaya dari leluhur, masyarakat Tana Luwu wajib untuk melestarikan budaya daerah," lanjutnya.
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulsel, Prof Muhammad Jufri, mewakili Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman dalam pembukaan Pekan Budaya Tana Luwu, Senin (17/1/2022) siang.
Baca juga:Polres Palopo Kembali Intens Razia Kafe dan Rumah Makan
"Mengembangkan budaya dan kearifan lokal akan memberikan dampak positif bagi masyarakat," ucap Prof Muhammad Jufri.
"Karena dengan menerapkan budaya, saya yakin kita akan menjadi bangsa yang besar, dan negara yang memiliki budaya yang kuat dapat menyejahterakan rakyatnya, meminimalkan tindakan kriminalitas, dan memperkokoh nilai sosial," sambungnya.
Menurutnya, kebudayaan dari waktu ke waktu mengalami pergeseran nilai-nilai yang melahirkan gagasan baru. Oleh karena itu, perkembangan kebudayaan perlu diarahkan agar tetap berakar pada jati diri dan karakteristik lokal, sementara hasil kebudayaan masa lampau tetap terpelihara dan lestari yang mengandung nllai-nilai luhur yang tinggi.
"Di Sulawesi Selatan secara umum permasalahan dalam budaya yang kita hadapi saat ini yaitu bagaimana cara masyarakat Sulawesi Selatan itu sendiri dapat memajukan dan melestarikan budaya," katanya.
"Transformasi bentuk budaya adalah kehadiran globalisasi pada era ini, tidak dapat dihindari, untuk itu dengan banyaknya warisan budaya dari leluhur, masyarakat Tana Luwu wajib untuk melestarikan budaya daerah," lanjutnya.
Lihat Juga :