PMII Pangkep Desak DPRD Evaluasi Distribusi Pupuk
Senin, 17 Januari 2022 - 18:48 WIB
loading...
PMII Pangkep melakukan unjuk rasa di depan Kantor DPRD Pangkep, Senin (17/1/2022). Foto: SINDOnews/Muhammad Subhan
A
A
A
MAKASSAR - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Pangkep menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Pangkep, Senin (17/1/2022).
Dalam aksinya, para mahasiswa mempertanyakan kelangkaan pupuk dan tingginya harga pupuk di tingkat eceran. Seperti contohnya pupuk urea yang harganya ditetapkan sebesar Rp112.500, namun di tingkat pengecer dijual Rp180 ribu.
Baca juga:Haris Gani Resmi Dilantik jadi Ketua DPRD Pangkep
Dalam pernyataan sikapnya, PMII Pangkep mendesak DPRD Pangkep untuk mengevaluasi kinerja Dinas Pertanian Kabupaten Pangkep, serta mengawal penyaluran pupuk subsidi agar tepat sasaran dan sesuai harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh Menteri Pertanian .
Salah seorang aktivis PMII Pangkep, Ansar mengungkapkan, kelangkaan pupuk ini adalah persoalan klasik setiap musim tanam. Ia mengatakan, kelangkaan pupuk dan tingginya harga dari HET dalam distribusi pupuk, disebabkan pihak Dinas Pertanian yang tidak tegas melaksanakan Permentan .
Baca juga:DPRD Pangkep Sepakat Lanjutkan Pembahasan APBD Perubahan
"Harga eceran tinggi dan pupuk langka. kenapa tidak sesuai dengan Permentan ? Dinas Pertanian harus mencari solusi bukan membiarkan ini terus terjadi. Karena persoalan ini bukan persoalan baru tapi tiap musim tanam selalu begini," ucapnya.
Dalam aksinya, para mahasiswa mempertanyakan kelangkaan pupuk dan tingginya harga pupuk di tingkat eceran. Seperti contohnya pupuk urea yang harganya ditetapkan sebesar Rp112.500, namun di tingkat pengecer dijual Rp180 ribu.
Baca juga:Haris Gani Resmi Dilantik jadi Ketua DPRD Pangkep
Dalam pernyataan sikapnya, PMII Pangkep mendesak DPRD Pangkep untuk mengevaluasi kinerja Dinas Pertanian Kabupaten Pangkep, serta mengawal penyaluran pupuk subsidi agar tepat sasaran dan sesuai harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh Menteri Pertanian .
Salah seorang aktivis PMII Pangkep, Ansar mengungkapkan, kelangkaan pupuk ini adalah persoalan klasik setiap musim tanam. Ia mengatakan, kelangkaan pupuk dan tingginya harga dari HET dalam distribusi pupuk, disebabkan pihak Dinas Pertanian yang tidak tegas melaksanakan Permentan .
Baca juga:DPRD Pangkep Sepakat Lanjutkan Pembahasan APBD Perubahan
"Harga eceran tinggi dan pupuk langka. kenapa tidak sesuai dengan Permentan ? Dinas Pertanian harus mencari solusi bukan membiarkan ini terus terjadi. Karena persoalan ini bukan persoalan baru tapi tiap musim tanam selalu begini," ucapnya.
Lihat Juga :