Jembatan KW 6 Rp10 Miliar Rusak Parah, Bupati Cellica Tuntut Kontraktor Bertanggung Jawab

Senin, 17 Januari 2022 - 10:26 WIB
loading...
Jembatan KW 6 Rp10 Miliar Rusak Parah, Bupati Cellica Tuntut Kontraktor Bertanggung Jawab
Bupati Karawang menuntut kontraktor bertanggung jawab atas kerusakan jembatan KW 6 senilai Rp10 miliar yang baru diresmikan.Foto/dok
A A A
KARAWANG - Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana 'ngambek' mengetahui jembatan KW 6 di Kelurahan Karangpawitan, Kecamatan Karawang Barat rusak parah. Padahal dirinya belum lama meresmikan jembatan yang memakan biaya Rp10 miliar itu. Dia minta pihak ketiga atau kontraktor pelaksana bertanggungjawab.

"Baru saya resmikan belum lama ini masa sudah rusak. Saya minta segera dibereskan oleh pihak ketiga. Kalau alasannya karena longsor bukan urusan kita, tapi saya akan mengontrol langsung sampai selesai diperbaiki," kata Cellica saat memimpin apel Hari Kesadaran Nasional di Lapangan Pemkab Karawang, Senin (17/1/2022).

Baca juga: Gempa Tektonik Magnitudo 5,2 Guncang Sukabumi, Warga: Sekarang Sering Terjadi

Menurut Cellica, masalah jembatan KW 6 harus segera dibereskan oleh pihak ketiga. Karena dari peristiwa itu telah berdampak terhadap kinerja Pemkab Karawang. Oleh karena itu dia meminta pihak ketiga agar segera melakukan perbaikan. "Kita akan ikuti terus perkembangannya hingga selesai," katanya.

Seperti diketahui, jembatan KW 6 yang baru diresmikan Bupati Cellica rusak parah. Kondisi jembatan amblas karena kontruksi penyangga jembatan longsor. Kerusakan semakin melebar hingga jalan terbelah hingga 5 meter.

Baca juga: Jembatan Senilai Rp10 Miliar yang Baru Diresmikan Bupati Karawang Terbelah!



Diduga akibat penyangga jembatan yang amblas sepanjang 20 meter. Material jembatan yang menempel di sisi saluran irigasi longsor hingga membuat sisi jembatan amblas. Kondisi itu membuat jalan dijembatan terbelah hingga 5 meter.



Pekerja tampak terlihat berupaya memperbaiki kerusakan, namun karena kerusakan terus melebar hingga merekan kebingungan. Apalagi jalan yang sebelumnya retak saat ini mulai terbelah. "Ini tidak bisa lagi ditambal sulam tapi harus di bongkar lagi dibangun ulang. Rusaknya sudah parah karena semakin amblas hingga jalan juga terbelah," kata salah seorang pekerja.
(msd)
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2454 seconds (11.97#12.26)