Malapetaka Asal Usul Trowulan Jadi Ibu Kota Kerajaan Majapahit
Senin, 17 Januari 2022 - 05:01 WIB
loading...
A
A
A
Fakta itu menjadi semakin runyam, setelah semua peneliti Majapahit mengamini dugaan tersebut. Sehingga, menjadi kukuh lah Trowulan sebagai ibu kota kerajaan terbesar dan terkuat di Nusantara hingga hari ini.
Dalam sumber lainnya disebutkan, nama Trowulan sudah dikenal sejak awal abad ke-16. Wardenaar, pada 1815, telah menyebutnya sebagai ibu kota Majapahit. Tanpa ragu, dia juga menyebut Trowulan peninggalan Majapahit.
Saat ini, Trowulan dijadikan nama desa sekaligus kecamatan. Kecamatan Trowulan terdiri dari 16 desa dan hanya 6 desa yang ada peninggalan Majapahit, yakni Bejijong, Jati Pasar, Sentono Rejo, Wates Umpak, Temon, dan Trowulan.
Baca: Kisah Putri Campa dan Penyebar Islam di Kerajaan Majapahit
Arkeolog AS Wibowo yang pernah bertugas lama di situs Trowulan, saat mencari asal usul nama Trowulan juga mengutip insinyur Mclaince-Pont. Sehingga, tepatlah yang dikatakan oleh Ayatrohaedi.
Demikian ulasan singkat Cerita Pagi hari ini ditutup, semoga memberikan manfaat. Kritik dan saran atas ulasan ini sangat diharapkan penulis.
Sumber Tulisan:
1. Adi Sudirman, Ensiklopedia Sejarah Lengkap Indonesia dari Era Klasik Sampai Kontemporer, DIVA PRESS, buku elektronik.
2. Peri Mardiono, Sejarah kelam Majapahit, Araska Publishing, 2020.
3. Ayatrohaedi, 65 = 67 Catatan Acak-acakan dan Catatan Apa Adanya, Dunia Pustaka Jaya, 2011.
4. Sri Wintala Achmad, Perang Bubat 1279 Saka, Araska Publisher, 2019.
5. Fary SJ Oroh, Gajah Mada Rebirth, Daun Ilalang Publishing, 2016.
Dalam sumber lainnya disebutkan, nama Trowulan sudah dikenal sejak awal abad ke-16. Wardenaar, pada 1815, telah menyebutnya sebagai ibu kota Majapahit. Tanpa ragu, dia juga menyebut Trowulan peninggalan Majapahit.
Saat ini, Trowulan dijadikan nama desa sekaligus kecamatan. Kecamatan Trowulan terdiri dari 16 desa dan hanya 6 desa yang ada peninggalan Majapahit, yakni Bejijong, Jati Pasar, Sentono Rejo, Wates Umpak, Temon, dan Trowulan.
Baca: Kisah Putri Campa dan Penyebar Islam di Kerajaan Majapahit
Arkeolog AS Wibowo yang pernah bertugas lama di situs Trowulan, saat mencari asal usul nama Trowulan juga mengutip insinyur Mclaince-Pont. Sehingga, tepatlah yang dikatakan oleh Ayatrohaedi.
Demikian ulasan singkat Cerita Pagi hari ini ditutup, semoga memberikan manfaat. Kritik dan saran atas ulasan ini sangat diharapkan penulis.
Sumber Tulisan:
1. Adi Sudirman, Ensiklopedia Sejarah Lengkap Indonesia dari Era Klasik Sampai Kontemporer, DIVA PRESS, buku elektronik.
2. Peri Mardiono, Sejarah kelam Majapahit, Araska Publishing, 2020.
3. Ayatrohaedi, 65 = 67 Catatan Acak-acakan dan Catatan Apa Adanya, Dunia Pustaka Jaya, 2011.
4. Sri Wintala Achmad, Perang Bubat 1279 Saka, Araska Publisher, 2019.
5. Fary SJ Oroh, Gajah Mada Rebirth, Daun Ilalang Publishing, 2016.
(hsk)
Lihat Juga :