Mulai Bentuk Mal, Restoran, dan Kafe Tangguh di Surabaya
Rabu, 10 Juni 2020 - 23:23 WIB
loading...
A
A
A
(Baca juga: Bahas Nasib Liga 1 dan Liga 2 2020, PSSI Bertemu PT LIB )
Ia melanjutkan, pengelola pusat perbelanjaan ataupun pengusaha restoran harus menerapkan disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan dengan ketat. Namun, hal yang paling penting adalah mengubah kebiasaan pengunjung atau konsumen agar mau disiplin.
"Tapi yang berat mungkin merubah kebiasaan. Namun kita harus yakin bahwa semua itu bisa kita lakukan," katanya.
Baginya, jika para pengusaha tidak disiplin dan mengabaikan protokol kesehatan, ia takut penularan COVID-19 bisa saja terjadi di lingkup usaha. Sehingga hal ini dapat berimbas pada ditutupnya sektor usaha yang berdampak pula pada ekonomi yang tak berjalan.
"Yang harus kita lakukan adalah disiplin untuk aturan protokol kita. Kalau kita mau tidak lockdown, maka kita harus disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan," jelasnya.
Akan tetapi, ia menyebut, permasalahannya adalah Pemkot Surabaya tidak bisa memantau setiap pengunjung mal atau restoran yang datang. Makanya, ia meminta dukungan pengelola pusat perbelanjaan dan restoran itu untuk bekerjasama dalam menerapkan protokol-protokol itu.
Ia melanjutkan, pengelola pusat perbelanjaan ataupun pengusaha restoran harus menerapkan disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan dengan ketat. Namun, hal yang paling penting adalah mengubah kebiasaan pengunjung atau konsumen agar mau disiplin.
"Tapi yang berat mungkin merubah kebiasaan. Namun kita harus yakin bahwa semua itu bisa kita lakukan," katanya.
Baginya, jika para pengusaha tidak disiplin dan mengabaikan protokol kesehatan, ia takut penularan COVID-19 bisa saja terjadi di lingkup usaha. Sehingga hal ini dapat berimbas pada ditutupnya sektor usaha yang berdampak pula pada ekonomi yang tak berjalan.
"Yang harus kita lakukan adalah disiplin untuk aturan protokol kita. Kalau kita mau tidak lockdown, maka kita harus disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan," jelasnya.
Akan tetapi, ia menyebut, permasalahannya adalah Pemkot Surabaya tidak bisa memantau setiap pengunjung mal atau restoran yang datang. Makanya, ia meminta dukungan pengelola pusat perbelanjaan dan restoran itu untuk bekerjasama dalam menerapkan protokol-protokol itu.
Lihat Juga :