Hadapi Ancaman Ledakan Kasus Omicron, Pemprov Jabar Siapkan Strategi Ini
Jum'at, 14 Januari 2022 - 01:24 WIB
loading...
A
A
A
Adapun di tingkatan masyarakat, yakni meningkatkan disiplin prokes dalam berkegiatan, menjauhi kerumunan baik di ruang terbuka maupun tertutup, dan mengurangi mobilitas.
Baca juga: BREAKING NEWS: KPK Segel Kantor Bupati dan Sekda Penajam Paser Utara
Nina menyatakan, penanganan gelombang dua kasus COVID-19 varian Delta pertengahan tahun lalu bakal menjadi rujukan penanganan Omicron, mulai dari penyiapan tempat isolasi di level desa, kabupaten/kota, hingga provinsi.
Selain itu, menggencarkan tes COVID-19 dan telusur kontak erat, hingga kesiapan obat-obatan dan alat pelindung diri (APD).
"Termasuk vaksinasi COVID-19. Sampai saat ini, cakupan vaksinasi sudah 78-80 persen dari target. Jadi masih ada 20 persen yang kita lakukan vaksinasi," sebut Nina.
Pemprov Jabar pun sudah mengantongi strategi jika kasus COVID-19 meningkat. Pertama, penguatan puskesmas.
Menurut Nina, puskesmas bersama TNI/Polri dan PKK akan gencar melakukan tes dan telusur sebagai upaya mendeteksi dini.
"Kita harus siap, termasuk testingnya, baik menggunakan rapid test antigen atau PCR. Kita juga harus siap dengan sumber daya manusia," katanya.
Baca juga: BREAKING NEWS: KPK Segel Kantor Bupati dan Sekda Penajam Paser Utara
Nina menyatakan, penanganan gelombang dua kasus COVID-19 varian Delta pertengahan tahun lalu bakal menjadi rujukan penanganan Omicron, mulai dari penyiapan tempat isolasi di level desa, kabupaten/kota, hingga provinsi.
Selain itu, menggencarkan tes COVID-19 dan telusur kontak erat, hingga kesiapan obat-obatan dan alat pelindung diri (APD).
"Termasuk vaksinasi COVID-19. Sampai saat ini, cakupan vaksinasi sudah 78-80 persen dari target. Jadi masih ada 20 persen yang kita lakukan vaksinasi," sebut Nina.
Pemprov Jabar pun sudah mengantongi strategi jika kasus COVID-19 meningkat. Pertama, penguatan puskesmas.
Menurut Nina, puskesmas bersama TNI/Polri dan PKK akan gencar melakukan tes dan telusur sebagai upaya mendeteksi dini.
"Kita harus siap, termasuk testingnya, baik menggunakan rapid test antigen atau PCR. Kita juga harus siap dengan sumber daya manusia," katanya.
Lihat Juga :