Pastikan Bukan Konten, Polisi Selidiki Kasus Perundungan Siswi di Makassar
Kamis, 13 Januari 2022 - 19:16 WIB
loading...
A
A
A
Dia menyampaikan, pihaknya sementara mengagendakan pemeriksaan lanjutan kepada guru dan terlapor. Pemeriksaan rencananya akan dilaksanakan besok, Jumat, 13 Januari. "Besok rencana ada empat orang lagi termasuk (terduga) pelakunya yang akan kami hadirkan lagi," tegas Jufri.
Dia bilang, bila dalam prosesnya ditemukan perbuatan yang mengarah ke tindak pidana, maka status terlapor akan ditingkatkan. Terlapor dalam kasus berinisial PA dan masih berusia 13 tahun. "Tapi tidak menutup kemungkinan ada yang turut membantu dan turut andil. Korbannya inisial AI," paparnya.
Sementara itu, Ayah korban, Andi Idris mengaku kecewa dengan pernyataan Kadis Pendidikan Makassar, Muhyiddin. "Kami sangat kecewa dengan statement Kadis Pendidikan bahwa ini sebuah konten. Yang mana putri kami yang mengalami kekerasan," tuturnya.
Baca Juga: KPI Pusat Bentuk Tim Penanganan dan Pencegahan Perundungan dan Kekerasan Seksual
Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Muhyiddin sempat menyatakan, kejadian itu hanya kesalahpahaman karena persoalan perebutan dan pembuatan konten. Disdik bahkan telah memediasi persoalan ini, dengan mempertemukan orang tua masing-masing pelajar bersama pihak sekolah.
Dia bilang, bila dalam prosesnya ditemukan perbuatan yang mengarah ke tindak pidana, maka status terlapor akan ditingkatkan. Terlapor dalam kasus berinisial PA dan masih berusia 13 tahun. "Tapi tidak menutup kemungkinan ada yang turut membantu dan turut andil. Korbannya inisial AI," paparnya.
Sementara itu, Ayah korban, Andi Idris mengaku kecewa dengan pernyataan Kadis Pendidikan Makassar, Muhyiddin. "Kami sangat kecewa dengan statement Kadis Pendidikan bahwa ini sebuah konten. Yang mana putri kami yang mengalami kekerasan," tuturnya.
Baca Juga: KPI Pusat Bentuk Tim Penanganan dan Pencegahan Perundungan dan Kekerasan Seksual
Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Muhyiddin sempat menyatakan, kejadian itu hanya kesalahpahaman karena persoalan perebutan dan pembuatan konten. Disdik bahkan telah memediasi persoalan ini, dengan mempertemukan orang tua masing-masing pelajar bersama pihak sekolah.
Lihat Juga :