Cerita Pengrajin Rotan Menanti Bantuan di Tengah Wabah Covid-19
Kamis, 23 April 2020 - 14:04 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, dia kecewa dengan pemerintah, sebab saat pembagian sembako kemarin, dirinya belum mendapatkan bagian. Ia juga menilai pembagian sembako tidak adil. Kalau ukurannya adalah warga yang terdampak, dia mengaku, dirinya termasuk yang mengalami dampak. Tapi justru tidak mendapat paket bantuan.
"Kami sudah menyerahkan data, sedangkan yang dibagikan kemarin merupakan data yang lama, Kami ketahui setelah bertanya ke posko Covid-19, dan rencananya kami akan dapat pada tahap kedua. Padahal kami sangat berharap dapat bantuan di tahap pertama ini. Apalagi, untuk mencukupi kebutuhan keluarga saat ini sangat berat,” paparnya.
Sementara Walikota Lubuklinggau SN Prana Putra Sohe mengatakan, dirinya meminta masyarakat yang belum mendapatkan sembako untuk bersabar. "Yang belum dapat akan dibagikan. Kita bertahap dan beguyur," kata Prana.
Pembagian sembako ini, menurutnya, merupakan rejeki untuk orang yang miskin. Misal pedagang rumahnya besar dan sebagainya tetap ia dikasih untuk saat ini. Karena suatu saat dagangannya diminta untuk tutup, tentu akan terdampak.
"Memang aku juga mendapatkan masukan seperti tukang orgen tidak main. Banyak lagi yang lain yang berkaitan dengan covid ini ya sabar. Jadi kalau ada hal-hal yang terjadi riak-ria di masyarakat itu wajar saja, tapi perlu kita lihat secara eseluruan," tutupnya.
"Kami sudah menyerahkan data, sedangkan yang dibagikan kemarin merupakan data yang lama, Kami ketahui setelah bertanya ke posko Covid-19, dan rencananya kami akan dapat pada tahap kedua. Padahal kami sangat berharap dapat bantuan di tahap pertama ini. Apalagi, untuk mencukupi kebutuhan keluarga saat ini sangat berat,” paparnya.
Sementara Walikota Lubuklinggau SN Prana Putra Sohe mengatakan, dirinya meminta masyarakat yang belum mendapatkan sembako untuk bersabar. "Yang belum dapat akan dibagikan. Kita bertahap dan beguyur," kata Prana.
Pembagian sembako ini, menurutnya, merupakan rejeki untuk orang yang miskin. Misal pedagang rumahnya besar dan sebagainya tetap ia dikasih untuk saat ini. Karena suatu saat dagangannya diminta untuk tutup, tentu akan terdampak.
"Memang aku juga mendapatkan masukan seperti tukang orgen tidak main. Banyak lagi yang lain yang berkaitan dengan covid ini ya sabar. Jadi kalau ada hal-hal yang terjadi riak-ria di masyarakat itu wajar saja, tapi perlu kita lihat secara eseluruan," tutupnya.
(don)
Lihat Juga :