Pasar Induk Tanah Tinggi Tangerang Terbentur RDTR
Senin, 10 Januari 2022 - 21:31 WIB
loading...
A
A
A
Diberitakan sebelumnya, usai kecewa dan melemparkan barang dagangannya ke jalan, ratusan pedagang Pasar Induk Jatiuwung menggeruduk DPRD Kota Tangerang, Kamis (6/1/2022).
Mereka meminta Wali Kota Tangerang tepat janji untuk segera menutup Pasar Induk Tanah Tinggi yang menyebabkan merugi.
Baca juga: Bangunan Sudah 18 Tahun, Pasar Jaya Akan Revitalisasi Pasar Induk Kramat Jati
Ketua DPRD Kota Tangerang Gatot Wibowo mengatakan, telah menampung aspirasi para pedagang untuk kemudian ditindaklanjuti. "Isi aspirasi ada tiga poin yang disampaikan dan ini akan kita tindak lanjuti. Nanti kita akan berkoordinasi dan berkomunikasi. Kita panggil dinas terkait yang berkaitan dengan kondisi Pasar Jatiuwung dan Tanah Tinggi," ujarnya.
Pihaknya juga akan mengonfirmasi Wali Kota Tangerang sehingga mudah-mudahan ada solusi bagi semua pihak.
Gatot berpendapat idealnya hanya ada satu pasar induk di Kota Tangerang. Keberadaan Pasar Induk Jatiuwung yang diklaim pasar terluas se-Provinsi Banten sangat efektif. "Idealnya cuma satu, tidak ada aturan tertulis tapi gini lho kan melihat kapasitas jumlah penduduk biasanya penyebaran. Kalau kita lihat beberapa wilayah kayak Semarang saja belum ada pasar induk ini kan harus ada pendistribusian dari jumlah penduduk. Kalau pasar induk itu rata-rata satu termasuk Jakarta cuma Kramat Jati," ungkapnya.
Mereka meminta Wali Kota Tangerang tepat janji untuk segera menutup Pasar Induk Tanah Tinggi yang menyebabkan merugi.
Baca juga: Bangunan Sudah 18 Tahun, Pasar Jaya Akan Revitalisasi Pasar Induk Kramat Jati
Ketua DPRD Kota Tangerang Gatot Wibowo mengatakan, telah menampung aspirasi para pedagang untuk kemudian ditindaklanjuti. "Isi aspirasi ada tiga poin yang disampaikan dan ini akan kita tindak lanjuti. Nanti kita akan berkoordinasi dan berkomunikasi. Kita panggil dinas terkait yang berkaitan dengan kondisi Pasar Jatiuwung dan Tanah Tinggi," ujarnya.
Pihaknya juga akan mengonfirmasi Wali Kota Tangerang sehingga mudah-mudahan ada solusi bagi semua pihak.
Gatot berpendapat idealnya hanya ada satu pasar induk di Kota Tangerang. Keberadaan Pasar Induk Jatiuwung yang diklaim pasar terluas se-Provinsi Banten sangat efektif. "Idealnya cuma satu, tidak ada aturan tertulis tapi gini lho kan melihat kapasitas jumlah penduduk biasanya penyebaran. Kalau kita lihat beberapa wilayah kayak Semarang saja belum ada pasar induk ini kan harus ada pendistribusian dari jumlah penduduk. Kalau pasar induk itu rata-rata satu termasuk Jakarta cuma Kramat Jati," ungkapnya.
(jon)
Lihat Juga :